MALANG KOTA – Banyak bus yang tidak laik jalan, namun tetap beroperasi. Hal itu diketahui dari hasil ramp check yang digelar terminal tipe A Arjosari. Kemarin (15/12), puluhan bus menjalani ramp check di terminal Arjosari.
”Hari biasa sekitar 40 bus (menjalani ramp check). Menjelang Nataru ini ada 60 bus,” ujar kepala Terminal Tipe A Arjosari Mega Perwira Donowati kemarin. Dia menjelaskan, pada dasarnya ramp check terhadap bus dilakukan setiap hari.
Namun menjelang musim libur natal dan tahun baru (Nataru), jumlah bus yang dicek semakin banyak dibanding waktu normal Berdasar pelaksanaan ramp check tersebut, Mega mengatakan, setiap hari menemukan kondisi-kondisi bus yang tidak maksimal.
Pada ramp check Senin lalu (15/12), dia menemukan tiga bus yang tak laik jalan. Meliputi 2 bus AKAP dan 1 bus AKDP. ”Ada yang kacanya retak, APAR-nya kedaluwarsa, bagian seat belt hilang, hingga ban dalam kondisi vulkanisir," ungkap Mega.
Menurut dia, beberapa kondisi itu masih terbilang pelanggaran ringan. Ketika menemukan bus dengan mencontohkan ban yang sudah vulkanisir, dia me-warning sopir. Dia menyarankan agar ban vulkanisir diganti baru.
Lalu untuk administrasi bus yang mati, juga diminta segera mengurus. "Informasi dari sopir, sebenarnya sudah mengurus (kelengkapan surat). Namun surat yang baru tidak dibawa," sambung Mega.
Meskipun demikian, Mega tetap melayangkan peringatan, baik kepada sopir dan kru maupun peringatan tertulis kepada Perusahaan Otobus (PO). Pihak bus diminta melakukan perbaikan maksimal dua hari. Jika masih bandel, akan diberi sanksi tilang.
Mega tidak menoleransi perusahaan otobus yang bandel. Termasuk jika alasannya kondisi ekonomi perusahaan. "Buat saya, tidak ada toleransi karena menyangkut keselamatan penumpang," pungkas perempuan yang pernah berdinas di Kabupaten Sumenep tersebut.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho