Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Perhubungan Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas jika Proyek Belum Tuntas

Mahmudan • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:14 WIB
CEGAH MACET: Pengerjaan trotoar di Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto masih berlangsung hingga kemarin (16/12). Jika belum selesai hingga nataru, dishub menyiapkan skema rekayasa lalu lintas
CEGAH MACET: Pengerjaan trotoar di Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto masih berlangsung hingga kemarin (16/12). Jika belum selesai hingga nataru, dishub menyiapkan skema rekayasa lalu lintas

MALANG KOTA – Perbaikan trotoar di Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto diperkirakan akhir tahun belum rampung. Oleh karena itu, dinas perhubungan (dishub) menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi macet di musim libur natal dan tahun baru (Nataru).

Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (16/12), pengerjaan di Jembatan Embong Brantas tak lagi menggunakan separo bahu jalan. Tidak sama seperti pada pekan awal pengerjaan. Kemarin, dua ruas jalur sudah bisa dilintasi kendaraan. Dengan kondisi lalu lintas ramai lancar.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra memaparkan, rekayasa lalin tidak hanya dilakukan di Jalan Gatot Subroto, tapi juga Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). Sebab, pembangunan drainase Soehat diperkirakan belum rampung saat Nataru, sehingga berpotensi memicu kemacetan arus lalu lintas.

"Tapi kami berharap proyek itu (drainase soehat) selesai sebelum Nataru. Jika memang belum rampung, akan dipetakan sebagai risiko kepadatan lalin. Kami akan bahas skemanya bagaimana dengan provinsi dan aparat kepolisian," jelas Jaya.

Untuk mematangkan skema penanganan lalin Nataru, bakal dilakukan rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ). Rencananya dilaksanakan besok (18/12). "Untuk titik kepadatan lainnya seperti mal dan Kajoetangan Heritage," tuturnya.

Terkait pembatasan kendaraan besar, dia mengatakan, sejauh ini belum ada petunjuk dari pemerintah pusat. Jaya mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan terkait hal tersebut. "Proyeksi khusus Malang sementara ini belum ada. Tetapi secara nasional diperkirakan pergerakan kendaraan mencapai sekitar 2,1 juta," beber dia.

Selain menyiapkan rekayasa lalin, dishub juga menambah personel selama Nataru. Jika hari normal 30 petugas di lapangan, nantinya diterjunkan hingga 80 personel. "Personel tersebut akan disebar di pos pelayanan, pos pantau, dan pos pengamanan. Ini terintegrasi dengan pengamanan Nataru milik Polresta Malang Kota," pungkasnya. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#dishub #malang #soehat #Nataru