MALANG KOTA – Terminal Arjosari mulai bersiap menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebab jumlah penumpang diperkirakan mencapai 9 ribu orang per hari. Peningkatan terjadi pada puncak arus utama dan arus balik.
Kepala Terminal Tipe A Arjosari Mega Perwira Donowati menjelaskan, penumpang yang menggunakan bus berkisar antara 4 ribu sampai 5 ribu orang per hari untuk hari biasa. "Namun saat arus puncak nanti, kami prediksi meningkat hingga 40 persen sampai 50 persen dibanding tahun lalu. Setara 9 ribu penumpang," ujar Mega kemarin.
Peningkatan itu dipengaruhi waktu libur Nataru yang lebih panjang yakni 22 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Dia mengatakan, gelombang arus penumpang terbagi menjadi tiga fase. Meliputi puncak awal berlangsung pada 22 Desember depan. Dilanjutkan arus puncak utama 24 Desember dan arus balik pada 2 Januari 2026.
Dalam rangka menyambut lonjakan penumpang, pihaknya mulai memperketat ramp check. Jumlah bus yang dicek lebih banyak dari yang biasanya 40 bus menjadi 60 bus. Pengecekan terhadap bus baik AKAP maupun AKDP dilakukan setiap hari.
Selain pengecekan bus, pihaknya juga akan memantau kondisi para sopir. Hal itu melalui pemeriksaan kesehatan yang digelar bersama lintas sektor hari ini (17/12). "Jika ada sopir yang memiliki kondisi tertentu, kami akan beri rekomendasi. Misalnya harus didampingi sopir cadangan," sambung Mega.
Setelah itu pihaknya akan melakukan penataan fasilitas. Misalnya pembersihan pada fasilitas-fasilitas yang kotor atau rusak. "Alhamdulillah, tahun ini kondisinya lebih baik. Karena sebelumnya sudah direvitalisasi, seperti ruang tunggu yang sekarang ber-AC," beber Mega.
Di luar itu, Mega berencana menambah pojok museum. Di sana nantinya akan dipajang informasi mengenai sejarah Terminal Arjosari dan penjualan souvenir. Seluruh kondisi di terminal pun dipantau langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenghub) RI melalui CCTV yang terintegrasi.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho