MALANG KOTA - Perbaikan trotoar Jembatan Embong Brantas terus dikebut. Hingga kemarin (17/12), pengerjaan fisik di lokasi tinggal menyisakan pemasangan satu trap bronjong. Pihak pelaksana optimistis seluruh perbaikan sementara bisa dirampungkan dalam pekan ini agar fungsi jembatan kembali optimal.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Embong Brantas longsor pada 23 November lalu. Longsor dipicu oleh genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan, ditambah beban kendaraan berat yang hampir setiap hari melintas di atas jembatan tersebut. Kondisi tanah di sekitar jembatan pun tak lagi mampu menahan tekanan.
Dampak longsor cukup serius. Dua rumah warga yang berada di sekitar lokasi mengalami kerusakan paling parah. Selain itu, sedikitnya 61 warga lainnya tercatat berada di kawasan rawan terdampak jika terjadi longsor susulan. Sejak kejadian itu, area sekitar jembatan sempat menjadi perhatian karena merupakan jalur vital penghubung aktivitas warga.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah Gempol–Pandaan–Malang–Kepanjen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Reza Maulana Hermawan menjelaskan, bagian jembatan yang ambrol memiliki panjang sekitar 20 meter. Perbaikan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian paling bawah hingga struktur atas.
”Yang ambrol sekitar 20 meter. Penanganannya dari bawah dulu sampai ke atas, supaya struktur kembali aman,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan membenahi saluran air di bawah jembatan sekaligus memperbaiki lapisan aspal. Selain itu, ditambahkan cerucuk untuk memperkuat konstruksi tanah dan mengurangi risiko longsor lanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menahan tekanan air dan beban kendaraan untuk sementara waktu.
Meski demikian, Reza menegaskan bahwa perbaikan yang sedang berjalan saat ini bersifat sementara. Penanganan jangka panjang sudah direncanakan, yakni penggantian Jembatan Embong Brantas secara menyeluruh pada 2026. Proyek tersebut akan ditangani oleh bidang Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.
”Saat ini P2JN masih menyusun desain untuk penggantian total. Setelah itu baru masuk tahapan pengadaan, rencananya tahun 2026,” jelasnya. Selama masa perbaikan sementara yang berlangsung sejak 24 November hingga Rabu kemarin, arus lalu lintas di Jembatan Embong Brantas tetap dibuka dengan pembatasan.
Kendaraan hanya diperbolehkan melintas satu per satu di titik jembatan yang sempat longsor. Skema ini diterapkan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar proses pengerjaan. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho