Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

200 Perempuan Belajar Cerdas Finansial

Galih R Prasetyo • Minggu, 21 Desember 2025 | 18:11 WIB
SUKSES: Kepala OJK Malang Farid Faletehan (tengah) bersama perempuan-perempuan hebat dalam acara edukasi keuangan Perempuan Cerdas Finansial: Pilar Keluarga Sejahtera di Ballroom Hotel Santika, Jumat
SUKSES: Kepala OJK Malang Farid Faletehan (tengah) bersama perempuan-perempuan hebat dalam acara edukasi keuangan Perempuan Cerdas Finansial: Pilar Keluarga Sejahtera di Ballroom Hotel Santika, Jumat

MALANG KOTA - Sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola perempuan. Selain itu, mayoritas perempuan juga menjadi pengelola keuangan keluarga di Indonesia. Itu memantik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengadakan edukasi keuangan berjudul Perempuan Cerdas Finansial: Pilar Keluarga Sejahtera, Jumat lalu (19/12)

Berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Kecamatan Lowokwaru, acara itu diikuti 200 wanita. Mereka hadir untuk belajar bagaimana mengelola finansial dengan cerdas, sekaligus merayakan hari Ibu lebih awal. Para peserta tampak antusias menyimak pemaparan pentingnya penguasaan literasi dan inklusi keuangan.

Angka literasi keuangan Indonesia masih di angka 66 persen. Sementara inklusi keuangan sebesar 80 persen. ”Artinya ada semacam fenomena pemahaman literasi dengan akses keuangan itu berat sebelah, padahal seharusnya kedua poin itu harus seimbang,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan.

Farid Faletehan Kepala OJK Malang
Farid Faletehan Kepala OJK Malang

Menurutnya, piramida kesejahteraan finansial terdiri dari literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemberdayaan secara finansial. Saat ketiganya tidak terpenuhi, sulit menuju kesejahteraan finansial.

Berdasar survei nasional, literasi dan inklusi keuangan perempuan masih rendah di tingkat nasional. Itu menjadikan perempuan dan ibu rumah tangga menjadi sasaran prioritas edukasi keuangan. Itu akibat, mayoritas perempuan setelah berkeluarga atau menjadi ibu adalah menteri keuangan keluarga.

Hal yang perlu diwaspadai adalah maraknya penipuan keuangan dan investasi bodong. Seperti berpura-pura menjadi customer service dan mengarahkan korban mengunduh aplikasi pinjaman online. Itu banyak menyasar Ibu-ibu yang rentan terhadap penipuan.

”Jadi penting mengaktifkan fitur anti scam atau menutup akun yang tidak digunakan,” lanjut Farid. Ibu-ibu yang hadir juga diimbau lebih selektif terkait penggunaan data pribadi. Salah satunya, tidak menggunakan Wi-Fi gratis untuk mengakses aplikasi keuangan. 

Kemeriahan acara kemarin dihadiri para perempuan hebat yang berasal dari berbagai lapisan. Mulai Ikatan Istri Pegawai OJK (IIPOJK), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Malang, Ikatan Wanita Bank (IWABA), dan Tim Penggerak PKK Kota Malang.

Ada juga perwakilan dari Bagian Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Polisi Republik Indonesia (Bhayangkari) Malang, Persatuan Istri Tentara (Persit) Malang, Persatuan Istri Anggota TNI Angkatan Udara (PIA) Malang, Ikatan Istri TNI AL (Jalasenastri).

Selain itu, hadir juga Ikatan Istri Dokter Indonesia, Dharmayukti Karini Malang, Dharma Wanita Persatuan Kota Malang,  Aisyiyah Malang, Muslimat Malang, Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), MGMP Kota Malang, ⁠Ikatan Bidan Indonesia, hingga ⁠Ikatan Perangkai Bunga Indonesia. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #cerdas finansial #ojk malang #Kota Malang