Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambah Pasokan LPG Melon Selama Natal dan Tahun Baru, Pertamina Jamin Distribusi di Kota Malang Capai 111 Ton Per Hari

Aditya Novrian • Senin, 22 Desember 2025 | 18:02 WIB
TERJAMIN: Petugas Pertamina mengecek stok LPG 3 kilogram di salah satu agen beberapa waktu lalu.
TERJAMIN: Petugas Pertamina mengecek stok LPG 3 kilogram di salah satu agen beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – Konsumsi LPG selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi meningkat. Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan LPG hingga 3,4 persen dari kebutuhan normal masyarakat Kota Malang. Dengan penambahan tersebut, distribusi LPG mencapai sekitar 111 metrik ton per hari.

Sales Brands Manager LPG Kota Malang Imam Rizky Arianto menjelaskan, kebijakan penambahan pasokan ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Fokus penambahan diarahkan pada LPG subsidi 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

”Rata-rata kebutuhan LPG subsidi di Kota Malang sekitar 108 metrik ton per hari atau setara 59 ribu tabung LPG 3 kilogram. Dengan tambahan sekitar tiga persen, pasokan menjadi kurang lebih 111 metrik ton per hari,” ujar Imam.

Jika dikonversikan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 61 ribu tabung LPG 3 kilogram per hari. Dengan skema ini, Pertamina optimistis kebutuhan LPG masyarakat selama libur panjang tetap tercukupi.

Selain LPG subsidi, Pertamina juga menambah stok LPG nonsubsidi Bright Gas. Untuk produk berwarna pink tersebut, penambahan stok dilakukan hingga sekitar 11 persen. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi dari sektor usaha, terutama selama periode libur akhir tahun.

Imam memastikan, tambahan pasokan dan stok tersebut diharapkan mampu menekan potensi kelangkaan LPG di pasaran. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

”Kalau pun ada pengaduan dari masyarakat terkait distribusi LPG, mohon tidak panik. Kami siap menindaklanjuti,” tegasnya. Sebagai bentuk layanan, Pertamina membuka call center di nomor 135 untuk menampung keluhan masyarakat terkait LPG maupun produk Pertamina lainnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji meminta Pemkot Malang tetap melakukan pemantauan di lapangan.

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan intervensi jika terjadi indikasi kelangkaan LPG, mengingat kebutuhan energi sama pentingnya dengan kebutuhan pokok, terlebih saat kunjungan wisata ke Kota Malang meningkat. (adk/adn)

Editor : A. Nugroho
#Pertamina #LPG #malang #Nataru