MALANG KOTA - Toleransi dalam beragama mengakar kuat di Kampung Gempol Marga Bhakti, Tanjunrejo, Kota Malang. Hal itu terlihat dari tradisi memasang ornamen setiap ada hari besar keagamaan. Termasuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Dalam rangka menyambut Nataru, warga Kampung Gempol Marga Bhakti di RW 10, Tanjungrejo membuat gapura bernuansa natal. Juga terdapat tulisan ”SelamatNatal dan Tahun Baru”. Kerangka gapura berbahan galvalume, lalu ditutup dengan jerami. Di tengah-tengah tulisan terdapat pohon cemara dari sterofoam.
Ada pula ornamen lain seperti gambar sinterklas di sekitar gapura. Tidak jauh dari gapura, terdapat Kapel Katolik Santa Theresia Liseux. Di depan kapel, warga juga membuat pohon cemara khas natal dan membuat kandang Yesus.
Ketua RW 10 Tanjungrejo Gabriel Suripto mengatakan, tradisi memasang ornamen sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Tepatnya sejak 2021. "Pemasangan ornamen tidak hanya saat Natal, tapi juga hari besar keagamaan lain seperti Hari Raya Idul Fitri," terang dia.
Ketika Idul Fitri, dia mengatakan, ornamen disesuaikan. Seperti miniatur kubah atau masjid. Pembuatan ornamen dilakukan sendiri oleh warga,terutama warga RT 5."Untuk Natal ini, ornamennya sudah kami buat sejak November lalu," sambung Gabriel.
Selain pemasangan ornamen, warga juga menggelar kegiatan lain saat hari besar keagamaan. Salah satu kegiatan berupa silaturahmi antarwarga. Saat Natal, warga yang beragama Katolik dan Kristen akan menggelar open house. Lalu warga yang berasal dari agama lain akan berkunjung. Demikian pula sebaliknya.
"Untuk silaturahmi antarwarga digelar pada 25 Desember nanti. Waktunya sekitar pukul 3 sore," sebut Gabriel. Lalu ada rangkaian ibadah Natal pada 24 Desember dan penampilan wayang pada 27 Desember depan.
Gabriel berharap tradisi semacam ini bisa semakin memperkuat toleransi antar warga. Apalagi Kampung Gempol Marga Bhaktisudah ditetapkan sebagai kampung moderasi beragama oleh pemkot. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho