MALANG KOTA – Malam ini (24/12), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di dua titik. Yakni Jalan Ijen, tepatnya di depan Gereja Katedral Ijen dan GPIP Immanuel Malang. Penerapannya dilakukan secara insidental, khusus pada malam Natal.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, rekayasa lalin ini berdasar permohonan pihak gereja. Alasan pihak gereja mengajukan permohonan rekayasa lalinkarena banyaknya jemaat yang datang, sehingga butuh pengaturan.
”Rekayasa nanti sifatnya insidental, tidak seharian diterapkan. Pada jam-jam tertentu saja ada penutupan ruas jalan,” ujar Jaya kemarin.
Penutupan sementara di area Gereja Katedral Ijen, dia melanjutkan, berlaku pada prosesi ibadah berlangsung. Akses akan kembali normal setelah ibadah berlangsung. "Tergantung dari jadwal ibadah mereka. Yang jelas, sudah mengajukan permohonan pengalihan arus lalu lintas pada pelaksanaan ibadah," kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Begitu pula dengan GPIB Immanuel di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Tempat ibadah itu memiliki keterbatasan area jalan serta tempat parkir. Dishub bakal berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota untuk memantau jika diperlukan rekayasa lalin.
"Di situ (sekitar GPIB Immanuel) ada pos pelayanan Natal. Rekayasa lalu lintas dan penataan itu sifatnya insidental sesuai kebutuhan," tegasnya.
Meskipun baru dua gereja yang mengusulkan penataanlalin, dishub tetap melakukan pemantauan pada titik lain selama Natal 2025. Jaya mencontohkan, seperti di Gereja Jalan Kawi dan Gereja Jalan Basuki Rahmat atau Kajoetangan.
Sejauh ini, ruas jalan di dua titik tersebut kemungkinan besar aman dari kemacetan. Sebab, ruang parkir yang cukup memadai. Namun jika padat, tetap akan dilakukan rekayasa lalin pada malam nanti.
”Berdasar kondisi tahun-tahun sebelumnya kanmasih normal. Untuk pelayanan parkir, jika di dalam penuhkan masih bisa menggunakan kanan dan kiri badan jalan,” pungkas Jaya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho