Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Kejar Target Rp 23 M untuk Pajak Hotel-Resto

Mahmudan • Kamis, 25 Desember 2025 | 18:05 WIB
SUMBER PENDAPATAN: Beberapa pengunjung menikmati menu di Rumah Makan (RM) Kertanegara kemarin.
SUMBER PENDAPATAN: Beberapa pengunjung menikmati menu di Rumah Makan (RM) Kertanegara kemarin.

MALANG KOTA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi kesempatan emas bagi Pemkot Malang mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak. Ada dua jenis pajak bisa digenjot pada pengujung 2025 ini, yakni pajak hotel dan restoran.

Desember tahun lalu, Pemkot Malang bisa meraup hingga Rp 22,9 miliar. Desember tahun ini diperkirakan menembus Rp 23 miliar. Sebelum libur nataru, beberapa hari lalu sudah mengais Rp 16 miliar. Artinya, masih ada potensi peningkatan hingga Rp 7 miliar yang bisa digenjot selama libur nataru.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan, optimisme peningkatan setoran bukan tanpa sebab. Sebelum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), target pajak restoran dan hotel sudah terpenuhi.

Pajak restoran ditargetkan Rp 171 miliar, capaian per 22 Desember lalu sudah menyentuh Rp 172 miliar. Lalu pajak hotel targetnya Rp 56 miliar pada tahun 2025."Hingga Selasa (23/12) sudah tercapai Rp 58 miliar," ujar Handi.

Dengan capaian itu, Handi mengatakan, ada peningkatan okupansi hotel dan konsumsi masyarakat di sektor kuliner. Hal ini diyakini akan terus bertambah pada libur nataru. Sebab Malang raya menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan.

Tak hanya pajak hotel dan restoran, dia mengatakan, realisasi pajak daerah berhasil melampaui. Dari total target Rp 863 miliar, tercatat sudah tembus di Rp 865 miliar. Meskipun sudah melampaui, Handi memastikan pihaknya tetap memaksimalkan sisa waktu di bulan Desember.

Untuk pajak hotel dan restoran, Handi mengatakan, ada beberapa upaya intensifikasi. Yaitu memantau kesesuaian laporan wajib pajak dengan e-tax. Serta monitoring jumlah pengunjung di lapangan. "Kami pastikan tetap menggenjot untuk pembangunan ke depan," tandas mantan kepala dinas perhubungan itu.

Di lain pihak, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Fathol Arifin meminta Pemkot Malang terus memaksimalkan setoran pajak hotel dan restoran pada Nataru. Sebab pasti akan ada peningkatan omzet signifikan pada periode ini.

Fathol tidak ingin warga Kota Malang hanya kebagian macetnya saja. Harus ada kontribusi peningkatan jumlah wisatawan untuk pembangunan Kota Malang. "Karena pajak restoran dan hotel ini dititipkan konsumen untuk pemerintah dan masyarakat. Kami harap bapenda benar-benar teliti untuk mengawasi laporan dua sektor tersebut," tegasnya.

Optimisme terjadinya peningkatan omzet juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Kota Malang Indra Setiyadi."Untuk persentasenya saya belum bisa memperkirakan, tapi asumsinya kunjungan ke kafe atau restoran akan lebih ramai," kata Indra.

Itu karena banyak orang datang dari luar Kota Malang. Baik yang tujuannya menginap untuk beberapa saat atau transit menuju destinasi wisata di Kota Malang dan sekitarnya.Namun kondisi terbalik bisa saja terjadi.

Apalagi tahun ini terjadi musibah di sejumlah daerah di Indonesia. Sehingga masyarakat maupun pemerintah mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat perayaan sebagai bentuk keprihatinan.

Agar target kunjungan ke kafe dan restoran tetap terjaga, Indra mengimbau para pelaku usaha untuk melakukan berbagai upaya. Misalnya promosi produk, diskon, perbaikan pelayanan, hingga memunculkan menu-menu baru.

”Kalau diskon saya rasa sedikit susah mengingat harga bahan baku menjelang akhir tahun lebih mahal. Jadi saran saya, lebih ke perbaikan pelayanan atau menu baru," tegas pemilik Rumah Makan (RM) Kertanegara tersebut.

Sedangkan pendiri Vosco Coffee Hendi Suryo Leksono memaparkan prediksi untuk kunjungan kuliner di Kota Batu."Berdasar informasi yang saya dapatkan, prediksi kunjungan ke Kota Batu diperkirakan mencapai 10 juta wisatawan. Namun sampai November ini baru 4,5 juta," ucap Hendi.

Dengan kondisi yang ada, dia khawatir pengusaha akan kesulitan mengejar target seperti periode-periode sebelumnya.Demikian pula di Kota Malang. Apalagi Kota Malang cenderung menjadi daerah transit bagi wisatawan yang menuju Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Untuk mengantisipasi tingkat kunjungan yang menurun, pelaku usaha perlu menghadirkan sejumlah inovasi. Hendi memberi contoh dalam menyambut Nataru, Vosco Cafe menghadirkan menu-menu unggulan.

"Dalam waktu dekat, kami mengejar menu-menu yang bertema Natal seperti es krim yang disukai anak-anak. Sementara orang dewasa seperti Soto Betawi, Siomay, dan Batagor," sebut Hendi. Selain menu, kehadiran layanan pengiriman online juga bisa mendongkrak tingkat penjualan di kafe maupun restoran.

Hendi menyebut, dalam beberapa waktu terakhir tingkat kunjungan ke kafe miliknya relatif stagnan, yakni di kisaran 60 persen. Namun pihaknya merasa terbantu karena tingkat penjualan makanan melalui online mencapai 30 persen.

"Harapan kami pada Nataru ini juga begitu. Apalagi Vosco Coffee terletak di dekat hotel seperti Hotel Savana, The Alana, dan Grand Mercure. Saat hari biasa atau libur besar hari keagamaan, kami juga banyak mendapat pesanan dari tamu hotel," tegasnya.(adk/mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#RM #Bapenda #malang #Nataru