Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kawasan Kajoetangan Heritage Kota Malang Bakal Diperluas

Mahmudan • Kamis, 25 Desember 2025 | 18:15 WIB
DESTINASI BARU: Area Pasar Splendid yang kerap dikunjungi wisatawan asing akan diubah menjadi wisata heritage.
DESTINASI BARU: Area Pasar Splendid yang kerap dikunjungi wisatawan asing akan diubah menjadi wisata heritage.

MALANG KOTA - Konsep wisata heritage yang selama ini di area Kejoetangan atau Jalan Basuki Rahmat, ke depan bakal diperluas. Rencananya, Pasar Splendid juga akan dijadikan kawasan heritage, menyatu dengan Kajoetangan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat berkunjung ke Pasar Splendid, Selasa lalu (23/12). Untuk mewujudkan itu, Pemkot Makang akan menggandeng tenaga ahli yang pernah melakukan penataan kawasan di Singapura.

Dari peninjauan itu, Wahyu melihat pasar dalam keadaan kumuh. Padahal titik tersebut tidak jauh dari wisata Kajoetangan heritage. Jika dilakukan penataan yang lebih baik, dia meyakini Splendid bisa menjadi alternatif wisata baru.

Terkait konsep heritage yang akan ditonjolkan, Wahyu belum bisa menjawab detail. Tetapi ada satu opsi yang bisa diterapkan. Yakni membuat pasar senggol di kawasan Splendid. Menurut dia, hal ini seperti kembali ke zaman 70-an. "Ketika saya masih kecil, Jalan Majapahit ini adalah Pasar Senggol. Ini bisa saja kami hidupkan kembali," ujarnya.

Pasar senggol nantinya akan menampung banyak Pedagang Kaki Lima (PKL). Bisa saja pasar tersebut menampung PKL yang sebelumnya berjualan di Alun-alun Merdeka. "Saya banyak ditanyai area PKL Alun-alun itu ditaruh mana.

Bisa saja nanti semuanya ditampung di sini, sehingga masih terhubung dengan Kajoetangan," imbuh Wahyu. Dengan rencana pasar senggol, dia melanjutkan, bukan berarti akan ada relokasi pedagang hewan dan bunga Pasar Splendid.

Wahyu masih akan mematangkan konsep dengan tim ahli untuk penataan Splendid. Bisa saja pasar hewan dan bunga akan berdampingan dengan pasar senggol. "Untuk pasar hewan pasti akan dilakukan penataan, agar tidak kumuh. Karena cukup mengganggu sekolah di belakangnya," tandas pria yang akrab disapa Pak Mbois itu.

Selain Splendid, pemilik kursi N1 itu juga akan mengintegrasikan konsep heritage ke titik lainnya. Seperti di Alun-alun Merdeka, Alun-alun bundar dan Stasiun Malang. "Konsultan yang biasa di Singapura itu sangat siap membantu merancang wisata heritage. Bahkan dia menjanjikan gratis untuk Kota Malang," beber Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengamini bahwa Pasar Splendid perlu banyak perbaikan untuk menjadi destinasi wisata. Selain kondisi kumuh, dia melihat ada pedagang liar di pasar tersebut.

Pedagang ini biasanya menggunakan area parkir untuk berjualan. Langkah jangka pendek, diskopindag akan menertibkan mereka. Kemudian jangka panjangnya, dilakukan penataan sebagai destinasi wisata baru selain Kajoetangan.

"Sesuai arahan pak wali, akan dilakukan penataan menjadi kawasan wisata. Setelah peninjauan dilakukan kajian-kajian mengarah ke sana," pungkas Eko. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Diskopindag #malang #pedagang kaki lima (PKL) #Kajoetangan Heritage