Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Relawan Gesit Malang Dampingi Anak-Anak Penderita Kanker

Mahmudan • Jumat, 26 Desember 2025 | 16:31 WIB
BERJIWA SOSIAL: Salah satu anggota Relawan Gesit Malang membawa makanan bergizi untuk anak penderita kanker di RSSA Malang, Minggu lalu (21/12).
BERJIWA SOSIAL: Salah satu anggota Relawan Gesit Malang membawa makanan bergizi untuk anak penderita kanker di RSSA Malang, Minggu lalu (21/12).

Bagikan Makanan Sehat sampai Gelar Bimbel Gratis

 

PULUHAN anak penderita kanker yang sebelumnya terlihat lelah itu mendadak ceria. Mereka antusias menyambut kedatangan tim Relawan Gesit Malang. Tatapan mata bocah-bocah yang mulanya sayu, berubah menjadi penuh kehidupan.

Maklum, kedatangan ibu-ibu tersebut ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk membagikan makanan sehat, sekaligus memotivasi agar mereka tidak kehilangan semangat melanjutkan hidup.

Tentu saja, menu yang diberikan sudah dikonsultasikan ke tim medis. Itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko. Misalnya anak-anak alergi terhadap sesuatu, sehingga membahayakan kesehatan mereka. Biasanya, paket makanan yang dibagikan terdiri atas nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu.

Terkadang juga makanan ringan. Bagi anak-anak tersebut, dukungan orang lain yang disampaikan melalui makanan tersebut sangat berarti. Setidaknya mereka merasa ditemani melawan ganasnya penyakit kanker.

“Kami membagikan 150 paket makanan kepada anak-anak yang dirawat akibat penyakit kanker. Keluarga yang menunggu juga kebagian,” ujar Wakil Ketua Relawan Gesit Malang Dinda Karima ditemui Rabu (24/12) lalu.

Menu yang dibagikan pun sama, baik untuk keluarga yang menjaga maupun pasien anak yang mengidap kanker. Sebab, makanan yang disiapkan aman dikonsumsi anak-anak sekaligus orang dewasa.

Membagikan makanan bergizi gratis (MBG) untuk para pasien anak pengidap kanker di RSSA hanya sebagian kecil dari aksi kemanusiaan relawan gesit. Beberapa hari lalu, mereka juga menggelar Operasi Kenyangin Warga di Kampung Qur’an Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Dalam kegiatan tersebut, mereka membagikan paket makanan berat dan ringan, juga ada kuis bersama anak-anak setempat. Program kemanusiaan lainnya adalah Malang Healing House dan Malang Education Center.

Malang Healing House fokus memberikan layanan psikologi gratis kepada orang-orang yang membutuhkan. “Saat ini masih trial and error. Meskipun kami sudah memiliki SDM, tetapi kami kesulitan menentukan sasarannya. Jadi masih akan kami perbaiki tahun depan,” kata perempuan berusia 27 tahun itu.

Sedangkan untuk Malang Education Center menyasar anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Mereka akan memberikan bimbingan belajar (bimbel) gratis dengan mentor-mentor terbaik. Bimbel diprioritaskan bagi anak-anak yang akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Kami juga menyediakan try out UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) di MCC (Malang Creative Center),” imbuhnya. Kegiatan tersebut untuk membantu anak-anak mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Sehingga diharapkan dapat mengubah kondisi perekonomiannya menjadi lebih baik.

Dua program tersebut masih akan terus berlanjut sampai tahun depan. Namun dengan berbagai perbaikan sesuai hasil evaluasi dari tim relawan pusat. Kegiatan lainnya yakni amazing camp dan voluntrip. Amazing camp terakhir dilaksanakan pada 6-7 September 2025 lalu di Pondok Koeboed, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Outbound itu dilaksanakan bersama anak-anak penyandang disabilitas. Berbeda dengan program lainnya yang murni dilaksanakan oleh anggota dan pengurus Relawan Gesit Malang, amazing camp dilaksanakan bersama relawan lain dari luar kepengurusan.

”Materi yang diberikan itu seputar kerelawanan,” ucap alumni Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang (UM) tersebut. Selain itu, juga ada materi tentang bahasa isyarat dan pembelajaran personal masing-masing.

Materi tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) juga diberikan. Sebab, materi tersebut sangat berguna jika suatu saat terjadi kecelakaan maupun bencana alam. ”Kami disiapkan untuk menjadi manpower yang siap bergerak jika di daerah (Malang) terjadi apa-apa, misalnya bencana alam,” ucap perempuan domisili Kota Batu tersebut.

Ketika terjadi kekeringan di Malang selatan pada 2024 lalu, Relawan Gesit juga turut memberikan bantuan air bersih kepada korban terdampak. Bantuan tersebut didistribusikan dua kali. (*/dan)

Editor : A. Nugroho
#penyakit kanker #Mbg #malang #Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA)