Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Minimal Tembus 80 Persen

Mahmudan • Jumat, 26 Desember 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi Hotel
Ilustrasi Hotel

MALANG KOTA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen panen bagi sektor pariwisata Kota Malang. Tingkat hunian hotel dilaporkan mengalami lonjakan signifikan. Diperkirakan pada puncaknya, okupansi mencapai 80-90 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menjelaskan, lonjakan pemesanan kamar mulai terjadi sejak 24 Desember lalu. Tingkat hunian hotel mencapai 70 persen.

Rata-rata di hari normal, okupansi berkisar 40 sampai 50 persen. "Kalau di rata-rata dari seluruh hotel yang tergabung PHRI, saat ini keterisian mencapai 70 persen. Tetapi ada beberapa hotel yang kamarnya penuh," ujar Agoes.

Dia menerangkan, hotel yang penuh berada di kawasan wisata dan pusat kota. Di antaranya Whitz Prime yang dekat dengan Kajoetangan Heritage. Kemudian ada Hotel Citihub Kajoetangan.

Secara umum, dia melanjutkan, okupansi hotel akan kembali meningkat setelah perayaan Natal. Agoes memperkirakan, wisatawan mulai berdatangan pada Sabtu besok (27/12). "Karena Jumat ini hari nanggung, masih ada orang masuk kantor. Setelah Sabtu sampai tahun baru bisa libur panjang," ungkap dia.

PHRI memprediksi, jumlah hunian hotel minimal menyentuh 80 persen pada 27 Desember depan. Hal itu bisa meningkat hingga 90 persen menjelang pergantian tahun. "Tahun ini tidak ada penurunan okupansi. Hampir sama seperti 2024 lalu," imbuh Agoes.

Untuk meningkatkan okupansi, Agoes mengatakan, sejumlah hotel telah menyiapkan paket menarik. Seperti gala dinner, dengan tema perayaan natal dan tahun baru. Kemudian juga ada kegiatan atau acara menarik yang berhubungan dengan dua perayaan tersebut.

Di lain pihak Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menuturkan, pihaknya menargetkan okupansi hotel minimal 80 persen. Dari laporan terakhir, rata-rata tingkat hunian di 60 sampai 70 persen.

Baihaqi mengatakan, meningkatnya tingkat hunian hotel akan berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan. Saat ini kunjungan wisata masih 90 persen dari target 3,3 juta orang. "Dengan peningkatan okupansi ini kami optimistis target kunjungan wisata bisa sesuai target," ucapnya.

Pada momen Nataru ini, pihaknya masih mengandalkan Kajoetangan Heritage sebagai destinasi wisata favorit. Sehingga tak mengherankan hotel di sekitar lokasi tersebut selalu penuh. "Geliat juga akan meningkat di pusat perbelanjaan seperti MOG. Puncaknya setelah Natal, menjelang tahun baru," imbuh Baihaqi.

Untuk menjaga geliat pariwisata tetap berkelanjutan, Baihaqi menekankan pentingnya penguatan karakter pariwisata. Mulai dari wisata kuliner, belanja, pendidikan, hingga kampung-kampung tematik.

Sementara itu, pelaku usaha di bidang perhotelan menghadirkan program-program selama libur Nataru. Hal itu untuk mendongkrak okupansi hotel. Seperti yang dilakukan Grand Mercure Mirama Malang (GMMM).

Menurut Cluster General Manager GMMM Sugito Adhi, selama Nataru pihaknya memperbanyak program untuk keluarga. "Ini sesuai tagline kami yakni kids friendly hotel atau family friendly hotel," ucapnya.

Untuk paket keluarga yang dihadirkan dalam momentum libur kali ini sedikit berbeda. Sebab, ada paket khusus anak dan keluarga seperti thematic room yang ada di dalam kamar. Kemudian ada kegiatan andalan menyambut liburan. Misalnya harvesting, cooking class, ATV, archery, dan lain sebagainya.

Sugito melanjutkan, dengan program-program yang dihadirkan, pihaknya memperkirakan okupansi hotel akan bagus seperti tahun lalu. Total ada 264 kamar yang tersedia. "Dari jumlah kamar yang tersedia, on hand occupancy atau keterisian kamar secara real time dalam rangka Nataru sudah di atas 75 persen mulai pekan lalu," sebut Sugito.

Tingkat keterisian ini diyakini bisa terus bertambah hingga di atas 95 persen. Untuk kunjungan, Sugito menyebut masih didominasi wisatawan domestik. Terutama yang berasal dari luar Kota Malang.

Selain program keluarga, ada pula hotel yang menghadirkan program tematik. Misalnya promo christmas dan new year. Itu dihadirkan Ascent Premiere Hotel and Convention.

Marcomm Ascent Premiere Hotel and Convention Fuad Asshidiq mengatakan, ada paket menginap dan dinner yang disediakan. Namun jika pengunjung hanya memilih salah satunya saja juga bisa. "Selain paket, kami juga menghadirkan sejumlah kegiatan seperti penampilan live band, disc jokey, dancer, hingga menu andalan," katanya.(adk/mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Okupansi Hotel #Disporapar #malang #Nataru