MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur mengkaji keberadaan dua titik henti Bus Trans Jatim Koridor I Malang. Yakni shelter Tlogomas dan Universitas Islam Malang (Unisma). Kajian dilakukan menyusul adanya keberatan dari Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang.
Manajemen dan Pejabat Pembuat Komitmen Operasional (PPKOM) Dishub Jatim Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, aspirasi penghapusan dua titik henti tersebut telah disampaikan SSI melalui audiensi pada 22 Desember lalu. ”Tuntutan itu sedang kami kaji. Belum ada keputusan,” ujarnya.
Menurut Cito, kajian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Di antaranya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Bus Trans Jatim di kawasan tersebut. Selain itu, Dishub juga mencermati masukan sopir angkot yang menilai jarak antar-titik henti terlalu dekat dan berpotensi menggerus jumlah penumpang angkutan kota di trayek setempat.
Sambil menunggu hasil kajian, Dishub Jatim terus menyelesaikan pemasangan sarana dan prasarana pendukung titik henti Bus Trans Jatim Koridor I. Hingga 22 Desember lalu, masih terdapat delapan rambu yang belum terpasang. Satu di antaranya berada di Kota Malang, yakni Rambu Tlogomas I. Sisanya berada di wilayah Kota Batu.
Untuk pembangunan shelter, progres pemasangan juga terus dikebut. Saat ini tercatat tujuh shelter telah terpasang di Kota Malang, enam shelter di Kabupaten Malang, dan 13 shelter di Kota Batu.
Salah satunya shelter di area kedatangan dan keberangkatan Terminal Hamid Rusdi. Dishub Jatim menargetkan seluruh pemasangan prasarana rampung sebelum akhir Desember. Jika molor, pihak pelaksana akan mendapat teguran. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho