Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mulai Godok Rute Angkot Pelajar, Dinas Perhubungan Kota Malang Pertahankan Jalur Lama

Mahmudan • Minggu, 28 Desember 2025 | 19:40 WIB
Ilustrasi angkot
Ilustrasi angkot

MALANG KOTA – Setelah menargetkan operasional angkot pelajar mulai awal 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan sopir dan penyusunan rute. Rencananya akan memadukan jalur eksisting dengan jalur baru.

Untuk diketahui, jalur eksisting adalah jalur yang selama ini dilintasi angkot. Di antaranya Arjosari-Gadang (AG), Arjosari-Terminal Hamid Rusdi (AH), Arjosari-Landungsari (AL), Madyopuro-Mulyorejo (MM), dan Mulyorejo-Kelayatan-Sukun. Sementara untuk rute baru masih digodok Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

”Untuk rute baru masih dalam kajian. Saya belum bisa menyebutkan berapa persen perkembangannya. Yang jelas masih kami kaji,” ujar Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra kemarin.

Tentang Angkot Pelajar
Tentang Angkot Pelajar

Dia mengatakan, keputusan memadukan rute baru dan eksisting tersebut dipilih agar dapat menjangkau seluruh sekolah di Kota Malang. Mulai SD sampai SMA, baik negeri maupun swasta. ”Pada tahap awal ini, kami ingin menumbuhkan budaya naik transportasi umum di kalangan pelajar terlebih dulu,” ujar Jaya.

Di samping berfungsi sebagai angkutan sekolah, dishub ingin angkot juga menjadi feeder Bus Trans Jatim. Sebab adanya program angkot pelajar juga dalam rangka mendukung Bus Trans Jatim koridor I Malang Raya.

Disinggung mengenai rute eksisting mana saja yang akan dipakai untuk angkot pelajar, pihaknya bakal memanfaatkan 15 rute angkot yang masih aktif. Misalnya AG/AH, AL, MM, MK, AMG, dan AJG.

Sebelumnya 26 rute angkot di Kota Malang. ”Beberapa rute sudah tidak aktif seperti TST (Tlogowaru - Sarangan - Tasikmadu) dan AT (Arjosari - Tidar)," imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Selain 15 rute yang eksisting, dia mengatakan, ada rute baru yang nantinya dimunculkan. Itu hasil dari kajian re-routing atau penataan ulang rute. Tujuannya untuk menjangkau kawasan-kawasan yang belum dilintasi oleh angkot maupun bus Halokes.

Contoh kawasan yang dilintasi Bus Halokes adalah Jalan MT. Haryono, Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Taman Krida Budaya Jatim, hingga Balai Kota Malang. Beberapa kawasan itu melintasi beberapa sekolah seperti SDN Dinoyo 3, SDN Dinoyo 4, dan SMAN 8.

Terkait keterisian angkot dalam program angkot pelajar, dishub tidak mematok target tertentu. Selama ini dengan kapasitas angkot yang berjumlah 12 penumpang, tingkat keterisiannya di angka 25 persen. ”Artinya, angkot diisi antara 3-4 penumpang. Oleh karena itu kami tidak mematok target tertentu dulu," tutur Jaya.

Yang terpenting mengubah kebiasaan menggunakan transportasi pribadi ke transportasi umum. Dengan begitu, dia mengatakan, bisa mengurangi kemacetan karena kapasitas jalan sekarang semakin berkurang seiring bertambahnya kepemilikan kendaraan pribadi.

Di lain pihak, Pengamat Transportasi Universitas Widyagama (UWG) Malang Prof Dr Ir Aji Suraji MSc IPA ASEAN Eng menuturkan, rute angkot pelajar sebaiknya disusun berhubungan dengan Bus Halokes.

Sebab Bus Halokes, tidak bisa menjangkau lingkungan perumahan. "Sebelumnya kan ada rencana rerouting angkot, ini bisa dimaksimalkan untuk mendukung program angkutan pelajar. Bus Halokes harus tetap dijalankan, angkutan pelajar bisa menjadi feeder," kata Aji.

Aji menegaskan, dishub harus segera membahas rerouting. Jika tidak, gesekan antara angkot dan Bus Trans Jatim akan meluas. Dia mencontohkan, alarm itu sudah berbunyi ketika perwakilan angkot meminta penghapusan halte di Dinoyo dan Tlogomas.

”Permintaan penghapusan halte harus menjadi pengingat tentang potensi gesekan angkot dan Bus Trans Jatim,” katanya. ”Kalau angkutan pelajar tidak segera terlaksana, konflik bisa membesar,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, angkot pelajar dapat berjalan seiring dengan Bus Halokes. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemkot tetap mengoperasikan Bus Halokes. ”Kami berharap dishub segera membahas bersama dinas pendidikan,” terangnya.(mel/adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#dishub #malang #Pemkot #UWG