MALANG KOTA - Proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dipastikan molor. Hingga kemarin (30/12), pelaksana masih melakukan penyelesaian di beberapa bagian. Untuk diketahui, kontrak pengerjaan drainase Soehat berakhir pada 27 Desember lalu.
Humas Tim Teknis Eksternal Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim Bagus Akbar mengatakan, pengerjaan drainase Soehat tersisa 3 persen. ”Yang belum selesai dikerjakan pada bagian inlet, outlet, perapian, dan pengecoran,” kata dia.
Karena adanya keterlambatan, pihaknya memberikan sanksi kepada pihak pelaksana. Sanksi yang diberikan sebesar 1 per 1.000 dari nilai kontrak yakni Rp 29 miliar. ”Artinya, denda yang dikenakan sebesar Rp 29 juta per hari sampai drainase selesai dikerjakan,” sambung dia.
Ada berbagai faktor yang membuat pengerjaan drainase Soehat tidak bisa selesai tepat waktu. Salah satunya faktor cuaca. Selain itu, pihak pelaksana jut harus mengerjakan drainase secara bertahap. Sebab, jalur untuk dilintasi alat berat terbatas dan bersisihan dengan jalur yang digunakan pengguna kendaraan bermotor.
Agar pengguna kendaraan tetap bisa melintas di sisi jalur yang dikerjakan, pihak pelaksana menerapkan rekayasa lalu lintas. Proses itu dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Polresta Malang Kota. ”Rekayasa lalu lintas yang diterapkan berupa contra-flow, tapi hanya sampai tanggal 22 Desember,” terang Bagus.
Selebihnya, sampai dengan kemarin, tidak ada lagi rekayasa lalu lintas karena dishub dan kepolisian fokus terhadap pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Karena rekayasa lalu lintas tak lagi diberlakukan, pelaksana akhirnya menyelesaikan pengerjaan secara bergantian. Misalnya saja, untuk pengecoran dilakukan pada malam hari saat lalu lintas tidak begitu padat.
Sementara perapian dan pembersihan bagian atas drainase dilakukan pada siang hari. Meski ada kendala, pihaknya tetap mendorong agar pelaksana segera menyelesaikan pengerjaan drainase. ”Untuk perpanjangan waktu pada tahap pertama ini selama 50 hari. Tapi dari pihak pelaksana menyampaikan kemungkinan akan rampung pekan depan,” tegas Bagus.
Bagus menambahkan, bagian drainase yang sekarang terpasang sudah bisa berfungsi. Jika hujan turun, air akan masuk ke drainase dan mengalir ke Sungai Brantas. Sistem itu diyakini bisa mengurai problem genangan di Jalan Soehat. (mel/by)
Editor : A. Nugroho