MALANG KOTA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, volume sampah naik drastis pada awal tahun. Pada Kamis lalu (1/1), petugas mencatat kenaikan mencapai 80 ton dibanding hari-hari biasa. ”Dengan kenaikan itu, total volume sampah di Kota Malang mencapai 800 ton,” ungkap Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.
Biasanya volume sampah harian yang dihasilkan di Kota Malang berada di kisaran 720 ton. Sampah yang masuk berasal dari berbagai kawasan. Misalnya saja Jalan Besar Ijen, Jalan Jenderal Basuki Rahmat (Kajoetangan Heritage), Jalan Trunojoyo (depan Stasiun Malang), dan beberapa masjid yang menggelar doa bersama.
”Kalau jenis sampahnya bermacam-macam. Ada kantong plastik, botol, hingga stereofoam,” sebut Raymond. Dari total sampah yang ada, sebanyak 600 ton masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Sementara sisanya sudah terkelola di tingkat rumah tangga, TPS, TPST, dan TPS 3R.
Karena sampah yang diproduksi masyarakat saat Tahun Baru lebih banyak, para personel pemungutnya harus bekerja ekstra. Termasuk personel-personel yang mengurus pengangkutan sampah. ”Mereka bekerja lembur. Dari yang sebelumnya jam 05.00 sampai 12.00, ditambah 3 jam,” tutur Raymond.
Itu karena tidak ada tambahan personel maupun armada pengangkutan sampah. Kerja ekstra dilakukan di beberapa kawasan. Seperti di Jalan Ijen Besar dan Kajoetangan Heritage. Sebab sampah yang berserakan cukup banyak. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan edukasi.
Tujuannya agar warga bisa tetap menjaga kebersihan. ”Kalau sampah menumpuk, bisa menimbulkan banjir,” tegas Raymond. Seperti yang terjadi di Kecamatan Lowokwaru beberapa waktu lalu. Ada saluran-saluran yang tersumbat karena sampah maupun material lainnya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho