Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Butuh 80 Sopir Angkot Pelajar, Rekrutmen Segera Dibuka

Bayu Mulya Putra • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:16 WIB
SEGERA MENGASPAL: Sejumlah angkot ngetem di Kelurahan Gadang, Sukun, kemarin (6/1). Puluhan armada angkot bakal dipakai untuk angkutan pelajar gratis.
SEGERA MENGASPAL: Sejumlah angkot ngetem di Kelurahan Gadang, Sukun, kemarin (6/1). Puluhan armada angkot bakal dipakai untuk angkutan pelajar gratis.

MALANG KOTA - Program angkutan gratis untuk pelajar segera direalisasikan. Pada tahap awal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal membuka rekrutmen sopir. Rencananya, itu akan dilakukan pada pertengahan Januari ini.

Total ada 80 sopir yang dilibatkan dalam program tersebut. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, rekrutmen sopir tidak dilakukan pemerintah. Pihaknya menyerahkan proses seleksi pada koperasi yang telah dibentuk sebelumnya.

”Target kami rekrutmen bisa dimulai paling lambat pertengahan Januari. Kami tetap melakukan pengawasan saat proses seleksi,” terang dia.

Dishub telah menetapkan standar ketat. Itu untuk memastikan pelajar jenjang SD hingga SMA mendapatkan pelayanan yang terbaik. Mulai dari kondisi kesehatan jasmani dan rohani, kepemilikan SIM A umum, hingga komitmen untuk tidak merokok selama bertugas.

Soal usia sopir, dishub masih melakukan kajian. Awalnya muncul wacana pembatasan usia, namun dipertimbangkan ulang agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif. Tak hanya sopir, armada angkot pelajar juga harus memenuhi standar kelayakan.

Jaya mengatakan, armada keluaran tahun 2000 masih bisa digunakan.  Asalkan lolos uji KIR dan lengkap secara administrasi. ”Kami ingin menekankan sopir wajib ramah anak. Merokok jelas dilarang karena yang dilayani pelajar, jangan sampai mereka jadi perokok pasif,” tegasnya.

Terkait skema operasional, angkot pelajar akan beroperasi mengikuti jam sekolah. Dimulai pukul 05.00 WIB hingga maksimal pukul 16.00 WIB. Di luar jam tersebut, sopir diberi keleluasaan untuk mengangkut penumpang umum. ”Saat jam berangkat dan pulang sekolah mereka harus stand-by. Di luar jam itu, bebas mencari penumpang,” tutur Jaya.

Anggaran untuk operasional angkutan pelajar itu senilai Rp 1,9 miliar. Dana itu tidak digunakan untuk peremajaan armada. Melainkan untuk subsidi operasional angkot. Jika sebelumnya pelajar membayar Rp 2.500, nanti mereka tidak perlu membayar sepeser pun.

Di tempat terpisah, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi membenarkan seleksi sopir bakal dilakukan pertengahan Januari. Namun tanggal pastinya belum ditentukan. ”Saat ini teman-teman sudah mengumpulkan syarat-syarat administrasi,” ucap dia.

Sesuai kesepakatan dengan dishub, Hari menyebut ada tiga koperasi yang menjalankan proses rekrutmen. Koperasi-koperasi tersebut juga menjadi operator angkutan pelajar gratis. ”Kami berharap akhir bulan ini angkutan pelajar sudah berjalan,” tandasnya. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#dishub #malang #angkutan gratis #ssi