MALANG KOTA - Pemkot Malang memastikan perbaikan jalan di Pasar Gadang bakal dilakukan tahun ini. Anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Pengerjaannya bakal dilakukan setelah relokasi pedagang rampung.
Seperti diberitakan, perbaikan jalan di sana sudah direncanakan pada 2025 lalu. Bahkan sudah tercantum dalam Layanan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) tahun lalu. Rencana itu batal karena pemerintah pusat melakukan efisiensi. Anggaran perbaikan jalan jadi salah satu yang terimbas.
Pada 2026, rencana itu kemungkinan besar bakal terwujud. Pemkot Malang mendapatkan DAK senilai Rp 14,9 miliar. Itu digunakan untuk perbaikan jalan utama di Pasar Gadang. Serta, perbaikan jalan sirip atau gang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, rencana perbaikan tak sekadar tambal sulam. Proyek itu bakal mengubah wajah Jalan Gadang secara signifikan. Konsep jalan kembar dengan median akan diterapkan. Kemudian lebar jalan akan diperluas hingga 12 meter.
”Jadi nanti jalannya seperti jalan kembar, ada median di tengah. Termasuk juga jalan-jalan sirip di sekitar Pasar Gadang akan kita benahi,” jelasnya. Seharusnya, jika menurut rencana awal, pengerjaan perbaikan itu dilakukan pada awal tahun.
Namun ada penyesuaian jadwal. Sebab, Pemkot Malang harus menunggu pedagang Pasar Gadang direlokasi. Saat ini, pembangunan tempat relokasi sudah berjalan 60 persen. Kemungkinan seluruh pedagang bakal boyongan setelah Lebaran. Sekitar bulan Maret atau April.
”Pedagang khawatir kalau dibongkar sekarang, pelanggannya akan bingung. Jadi kami berikan waktu hingga setelah Hari Raya untuk pindahan,” tambah Wahyu. Setelah pembongkaran bedak dan pindahan selesai, perbaikan jalan segera dilaksanakan. Panjang jalan Pasar Gadang sekitar 800 meter.
”Gadang sudah berapa puluh tahun macet. Itu sejak saya menjadi Camat di Tajinan. Alhamdulillah tahun bisa kita realisasikan penataan pedagang hingga jalan,” imbuh pemilik kursi N1 itu.
Koordinator Pedagang Pasar Ikan Abdul Jamal menambahkan, di tempat relokasi nanti juga disediakan lahan parkir. Sehingga kendaraan tak lagi berhenti di pinggir jalan. Jamal menuturkan, kemacetan dan keruwetan di jalan pasar selama ini turut berdampak pada penurunan pembeli.
”Pedagang selama ini juga tidak senang dengan parkir liar di pinggir jalan. Kami berharap nanti parkir bisa tertib agar tidak macet,” kata dia. Jamal menekankan, meski harus mengeluarkan biaya mandiri untuk pembangunan tempat relokasi, pedagang mendukung penuh rencana penataan di saja.
Sebab, ke depannya akan berdampak pada kelancaran lalu lintas dan kebersihan pasar. ”Dengan pasar yang lebih nyaman dan tidak macet, kami yakin pelanggan pasti akan bertambah,” pungkas dia. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian