MALANG KOTA - Respons positif dari warga terkait operasional Bus Trans Jatim langsung ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Dishub Kabupaten Malang kini mulai menyusun usulan rute untuk Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya. Targetnya, pada bulan Maret mendatang, usulan rute itu siap dipresentasikan ke Dishub Jatim.
Untuk diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah merencanakan tiga koridor di wilayah Malang Raya. Itu dia sampaikan ketika meresmikan koridor pertama Bus Trans Jatim pada 20 November 2025 lalu. Targetnya, tambahan dua koridor bisa direalisasikan pada tahun ini.
Baca Juga: Sepekan 20 Ribu Warga Gunakan Trans Jatim: Jumlah Penumpang Harian Hampir Menyentuh 4 Ribu Orang
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang belum bisa menjelaskan secara detail usulan rute untuk koridor II.
”Yang pasti kami ingin semua rute melalui pusat kota,” kata dia.
Dari informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Malang, ada wacana Bus Trans Jatim mengaspal dari Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis.
Baca Juga: 15 Hari, 53 Ribu Penumpang Trans Jatim di Kota Malang
Dari sana, rutenya bakal masuk ke pusat Kota Malang. Untuk menuju Kabupaten Malang, juga diprioritaskan rute dari Kota Malang menuju Kecamatan Kepanjen. Namun, Dishub Kota Malang masih memerlukan kajian terkait pertimbangan jarak dan waktu tempuh kendaraan.
Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermantoro menuturkan bahwa prioritas koridor dua yakni rute dari Malang menuju Blitar. Itu didasari traffic pengendara dari Bendungan Lahor yang cukup ramai setiap harinya. Dengan pertimbangan mobilitas masyarakat Kabupaten Malang yang tinggi dan searah dengan jalur itu, rute Malang-Blitar segera dirumuskan.
Baca Juga: Animo Warga Malang Naik Bus Trans Jatim Tinggi, Dua Koridor Baru Bakal Ditambah Tahun Depan
Rute yang diusulkan pihaknya yakni berangkat dari Terminal Hamid Rusdi menuju Kelurahan Gadang dan berjalan ke arah Talangagung, Kepanjen. Setelah itu melewati Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kepajen dan langsung menuju Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
”Skema itu masih menunggu perkembangan dan masukan dari pihak-pihak terkait,” ujar Tri.
Baca Juga: Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Mewacanakan Penggunaan Ojek Jadi Feeder Trans Jatim
Di tempat lain, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Angkutan Jalan (UP3 LLAJ) Malang M. Binsar Garchah Siregar menuturkan, agenda Focus Group Discussion (FGD) baru bisa dilakukan setelah masing-masing Dishub di Malang Raya siap dengan usulannya. Karena itu, saat ini pihaknya masih menunggu Dishub dari Malang Raya untuk merumuskan rute usulannya.
Setelah itu baru Dishub Jatim bisa melakukan pertemuan komprehensif untuk membahas itu. ”Nanti (usulan) rutenya kami review bersama, jangan sampai beririsan secara frontal dengan angkutan yang sudah ada,” ujar Binsar.
Pihaknya juga harus melakukan survey dan terjun langsung ke rute yang diusulkan. Itu dilakukan untuk mengecek efektivitasnya. Prioritas pihaknya jelas, apabila bus Trans Jatim lewat, angkutan yang sudah ada harus diuntungkan. (aff/by)
Editor : Aditya Novrian