MALANG KOTA – Proyek pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) belum sepenuhnya rampung. Hingga kemarin (11/1), pekerjaan masih difokuskan pada dua bagian terakhir. Yakni saluran air yang mengarah ke Sungai Brantas serta perapian pedestrian yang terdampak selama proses pembangunan.
Humas Tim Teknis Eksternal Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur Bagus Akbar menjelaskan, saluran air menuju Sungai Brantas yang dimaksud mencakup pengerjaan inlet atau pintu air serta outlet sebagai saluran terjunan air. Lokasinya berada di sekitar Sungai Brantas dan kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema).
”Desainnya kami buat berupa terjunan yang langsung mengarah ke Sungai Brantas. Tujuannya agar aliran air tidak menggerus pondasi Jembatan Soehat,” kata Bagus kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Selain menyelesaikan saluran utama, pelaksana proyek juga melakukan perapian di area pedestrian. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kondisi saluran drainase.
Beberapa waktu lalu, beredar video di media sosial yang menunjukkan adanya alat seperti cangkul serta material sisa pengerjaan di dalam saluran air. ”Kami terus melakukan pembersihan. Material sisa pekerjaan dan sampah yang masuk ke saluran juga kami angkut,” tegasnya.
Bagus menambahkan, setelah proyek drainase rampung, pedestrian di sepanjang Soehat yang sebelumnya terdampak pengerjaan akan ditata kembali. Rencana penataan itu sempat dipaparkan pada November 2025 lalu. Beberapa fasilitas tambahan disebut akan melengkapi pedestrian.
”Informasi yang saya dengar, akan ada tambahan fasilitas seperti lampu dan kursi. Tapi untuk penambahan fasilitas itu menjadi kewenangan Pemkot Malang,” ujarnya. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian