Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Kunjungan Wisata pada 2026

Bayu Mulya Putra • Rabu, 14 Januari 2026 | 09:27 WIB
TARGET MENINGKAT: Dua wisatawan asing berkunjung ke Kajoetangan Heritage, kemarin. Destinasi itu masih menjadi daya tarik utama di Kota Malang. Khususnya bagi wisatawan domestik.
TARGET MENINGKAT: Dua wisatawan asing berkunjung ke Kajoetangan Heritage, kemarin. Destinasi itu masih menjadi daya tarik utama di Kota Malang. Khususnya bagi wisatawan domestik.

MALANG KOTA - Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang pada 2025 lalu menambah optimisme pemkot. Itu terlihat dari jumlah target wisatawan sepanjang 2026, yang ditetapkan di angka 3,4 juta orang. Jika terealisasi, bakal ada peningkatan 100 ribu wisatawan dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disprapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, target itu ditetapkan berdasar realisasi tahun lalu. Pada 2025, kunjungan wisata mencapai lebih dari 3,3 juta orang. ”Tahun kemarin (2025) realisasi kunjungan wisata mencapai 103 persen,” ujarnya.

Dengan capaian itu, pihaknya optimistis target 3,4 juta wisatawan bisa terpenuhi tahun ini. Berdasar data Disporapar Kota Malang, pada 2025 angka kunjungan didominasi wisatawan domestik sebanyak 3,3 juta orang. Sedangkan, wisatawan mancanegara berjumlah 78.298 orang.

Destinasi tertinggi tujuan wisatawan yakni kawasan Kajoetangan Heritage. Selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 angka kunjungan wisatawan di sana mencapai 5 sampai 6 ribu orang per hari. ”Kajoetangan masih menjadi favorit, di samping destinasi wisata lain seperti Hawai Waterpark dan Kampung Warna-Warni,” terang Baihaqi.

Dia mengatakan, tren itu tampaknya bakal terulang pada tahun ini. Kampung tematik tetap menjadi pilihan wisata. Meski target meningkat, disporapar belum punya rencana untuk melakukan pengembangan maupun penambahan destinasi pariwisata. Pihaknya bakal memaksimalkan destinasi pariwisata yang ada dengan beberapa penguatan.

Contohnya pada aspek perawatan agar tetap optimal dan menarik di mata pelancong. Baihaki menambahkan, pihaknya meminta pelaku industri wisata untuk memperhatikan pelayanan. Mulai dari agen perjalanan, hotel, dan restoran.

Langkah itu sekaligus persiapan menghadapi musim liburan pada awal 2026, khususnya ketika Hari Raya Idul Fitri. Di tempat lain, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta potensi wisata terus digarap optimal. Wajah Alun-Alun Merdeka yang baru bisa menjadi satu daya tarik bagi wisatawan.

“Sekarang tinggal dipikirkan bagaimana penataan PKL. Agar bisa memfasilitasi masyarakat tetapi tempat itu tidak kumuh,” tutur Suryadi. Dia mengatakan, peningkatan kunjungan wisata akan menimbulkan efek domino.

Baik kepada ekonomi masyarakat maupun setoran dari pajak daerah. ”PR lainnya pemkot harus bisa meningkatkan lamanya kunjungan wisata. Rata-rata dari satu hari, minimal bisa dua atau tiga hari,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#dprd kota malang #Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata #destinasi pariwisata #Kajoetangan Heritage