Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Estafet Kepemimpinan Polresta Malang Kota, Kholis Janji Terus Dampingi Penyintas Tragedi Kanjuruhan

Aditya Novrian • Kamis, 15 Januari 2026 | 11:11 WIB
PUNYA MISI KHUSUS: Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengikuti acara pisah sambut Kapolresta Malang Kota kemarin.
PUNYA MISI KHUSUS: Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengikuti acara pisah sambut Kapolresta Malang Kota kemarin.

MALANG KOTA – Estafet kepemimpinan di Polresta Malang Kota resmi berganti. Hal itu ditandai dengan acara pisah sambut Kapolresta Malang Kota yang digelar Selasa (14/1) siang. Kombes Pol Putu Kholis Aryana yang kini menjabat sebagai kapolresta menegaskan komitmennya untuk tetap merangkul dan mendampingi para penyintas Tragedi Kanjuruhan.

Kholis menyampaikan dirinya bukan sosok baru di Malang. Ia berharap dapat diterima kembali oleh masyarakat dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pengalaman bertugas di Malang menjadi modal untuk melanjutkan kepemimpinan di Polresta Malang Kota.

Dalam sambutannya, Kholis menegaskan keinginannya membawa Polresta Malang Kota menjadi institusi yang lebih terbuka dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan penerapan KUHAP dan KUHP yang baru.

”Tujuannya agar penegakan hukum lebih transparan sekaligus menghormati hak asasi manusia,” tegasnya.

Komitmen tersebut, lanjut Kholis, berangkat dari pengalamannya saat bertugas di Polresta Malang Kota, termasuk ketika mendampingi para penyintas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Pendampingan terhadap penyintas dinilainya sebagai kewajiban moral yang harus terus dijalankan.

”Kewajiban itu tetap saya pegang, termasuk saat saya kembali dipercaya memimpin Polresta Malang Kota,” ujar eks Kapolres Malang itu.

Selain itu, Kholis juga bertekad mengubah pola pandang masyarakat terhadap kepolisian. Ia ingin aparat tidak hanya hadir sebagai penegak aturan, tetapi juga mampu membangun interaksi yang lebih humanis dengan masyarakat Kota Malang yang plural.

Meski demikian, upaya penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan tetap menjadi prioritas. Kholis menegaskan pentingnya merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah. ”Untuk mewujudkan itu, saya membutuhkan soliditas agar kita memiliki pemikiran dan nuansa kebatinan yang sama,” pungkasnya. (mel/adn)

Editor : Aditya Novrian
#estafet kepemimpinan #penyintas tragedi kanjuruhan #POLRESTA MALANG KOTA #malang