Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Bakal Bangun Bozem Mini di Hutan Kota Jalan Kediri

Aditya Novrian • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:54 WIB
TITIK KETIGA: Hutan kota di Jalan Kediri bakal dilengkapi bozem mini untuk membantu menanggulangi problem banjir. (Darmono/ Radar Malang)
TITIK KETIGA: Hutan kota di Jalan Kediri bakal dilengkapi bozem mini untuk membantu menanggulangi problem banjir. (Darmono/ Radar Malang)

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir di wilayah Jalan Galunggung dan sekitarnya. Selain membangun sistem drainase baru, Pemkot Malang juga merencanakan pembangun bozem kecil atau waduk skala kecil untuk menampung air. Lokasi yang dipilih berada di hutan kota Jalan Kediri, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen.

Pembangunan bozem mini tersebut direncanakan mulai dikerjakan sekitar April 2026. Fungsinya sebagai pengendali aliran air agar debit yang masuk ke saluran utama lebih stabil. Saat drainase tidak mampu menampung air, bozem mini akan berperan menahan air sementara untuk mengurangi potensi genangan.

Menurut Dandung Djulharjanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang konsep bozem mini bukanlah ide baru. Sebelumnya pemkot telah membangun bozem serupa di Kelurahan Blimbing dan Tunggulwulung.

“Konsepnya, air akan kita tangkap dulu sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

Dandung menyatakan bahwa masih diperlukan penelitian teknis komprehensif mengenai kapasitas bozem mini di Jalan Kediri. Kapasitas dan desain harus disesuaikan dengan kondisi drainase dan karakteristik lingkungan sekitar. “Nanti harus dilihat teknis drainasenya dulu dan lainnya,” urai dia.

Proyek bozem mini ini menjadi bagian dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didukung pendanaan dari Bank Dunia. Melalui program tersebut, Pemkot Malang menerima bantuan sebesar Rp145 miliar untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir. ”Pembangunan bozem mini itu sudah sepaket dengan drainase di Jalan Bondowoso. Jadi tidak menggunakan APBD,” kata Dandung.

Proyek masih berada di tahap pengadaan dan proses lelang saat ini, jika semuanya berjalan sesuai rencana. Kontrak diharapkan ditandatangani akhir Februari hingga awal Maret 2026 dan pekerjaan diharapkan rampung awal 2027. Karena kompleksitas proyek drainase sepanjang 1,3-kilometer dengan metode konstruksi di tengah jalan, target rampung awal 2027. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#Drainase #proyek #Banjir #Pemkot Malang #bencana alam