MALANG KOTA - Pelaku UMKM mendapat ruang khusus di koridor Kajoetangan Heritage. Itu setelah Pemkot Malang menyediakan tempat khusus di Gedung Parkir Kajoetangan. Tempat yang dinamakan dengan Galeri Mbois itu digunakan sebagai etalase produk-produk UMKM.
Sebagai informasi, Galeri Mbois itu bertempat di bagian depan bangunan gedung parkir. Sesuai rencana pengerjaan, bagian itu tidak boleh diubah bentuknya. Alasannya karena merupakan cagar budaya Kota Malang. Karena tidak bisa digunakan untuk ruang parkir, space kosong itu digunakan sebagai Galeri Mbois.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, keberadaan Galeri Mbois dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus. Yang pertama untuk kenyamanan wisatawan. Berikutnya untuk perluasan pasar UMKM Kota Malang. Lokasinya yang berada di jantung wisata Kajoetangan Heritage dinilai strategis.
”Galeri Mbois bukan pelengkap, kami siapkan sebagai ruang UMKM yang difasilitasi melalui Dekranasda. Wisatawan luar kota bisa langsung menemukan produk khas Kota Malang di situ,” jelas Wahyu. Dia menyadari bahwa Kajoetangan merupakan salah satu kawasan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi. Dengan menempatkan Galeri Mbois di titik tersebut, produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan dibeli wisatawan.
Ke depan, konsep integrasi kawasan heritage juga tengah disiapkan. Gedung Parkir Kajoetangan rencananya menjadi titik singgah transportasi wisata. Bus pariwisata dan Bus Trans Jatim akan diarahkan berhenti di sekitar kawasan tersebut.
”Ibaratnya titik ini sebagai titik kumpul dari bus pariwisata, Trans Jatim, dan orang yang parkir. Jadi wisatawan bisa langsung belanja oleh-oleh dan kuliner UMKM di satu kawasan,” tambah Wahyu. Dengan skema tersebut, Pemkot Malang ingin menciptakan ekosistem wisata yang saling terhubung. Mulai dari transportasi, parkir, hingga aktivitas ekonomi UMKM.
Harapannya, pergerakan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku usaha lokal. Itu sejalan dengan tujuan awal memaksimalkan kawasan Kajoetangan. ”Nanti aktivitas usaha kami pusatkan di situ supaya lebih tertata dan dampak ekonominya bisa dirasakan pelaku UMKM,” pungkas mantan Sekda Kabupaten Malang itu. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian