MALANG KOTA – Libur panjang Isra Mikraj tahun ini tidak berdampak signifikan pada peningkatan arus kendaraan di Kota Malang. Data di Gerbang Tol (GT) Malang (Madyopuro) justru menunjukkan penurunan volume kendaraan dibanding hari biasa.
Selama periode Kamis (15/1) hingga Sabtu (17/1), tercatat 20.370 kendaraan masuk ke Kota Malang melalui GT Malang. Jumlah tersebut turun sekitar 2,16 persen dibandingkan kondisi normal harian yang mencapai 20.820 kendaraan dalam rentang waktu yang sama. Penurunan serupa juga terjadi pada arus keluar kota.
Sebanyak 16.735 kendaraan tercatat keluar dari Kota Malang selama long weekend. Angka itu turun 2,70 persen dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 17.200 kendaraan.
General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang Muhammad Reza Pahlevi Guntur menyebut penurunan tersebut menunjukkan libur Isra Mikraj tidak terlalu dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian jauh melalui akses tol. Meski secara total volume menurun, kepadatan kendaraan tetap terlihat pada jam-jam tertentu.
Puncak arus kendaraan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 11.00. Sementara pada sore hari, kepadatan biasanya mulai tampak pukul 15.00 hingga 18.00. ”Mayoritas kendaraan berasal dari wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” ungkap dia.
Di sisi lain, kepadatan lalu lintas di dalam Kota Malang tetap terjadi meskipun volume di GT Malang menurun. Hal itu disebabkan banyak kendaraan masuk melalui gerbang tol lain seperti GT Lawang dan GT Singosari.
Kanit Turjawali Polresta Malang Kota Ipda Saiful Husein mengatakan, petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi rawan kepadatan.
Di antaranya kawasan simpang Rajabally, Kayutangan Heritage, pertigaan Jalan Borobudur, Jalan Kawi, hingga area Alun-alun Merdeka dan Mal Olympic Garden (MOG). ”Sebanyak 100 personel Satlantas dikerahkan untuk mengurai kemacetan selama libur panjang tersebut,” tandas Saiful. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian