MALANG KOTA - Capaian di bidang lingkungan kembali ditorehkan Kota Malang. Pada 2025 lalu, sejumlah pihak berhasil memborong enam penghargaan program komunitas untuk iklim (proklim). Capaian dari program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu diumumkan di Balai Kota Malang, kemarin (19/1).
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, penghargaan pertama diberikan kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
”Pak wali mendapat penghargaan sebagai kepala daerah pembina proklim. Itu sebagai apresiasi terhadap penerapan kebijakan-kebijakan yang dinilai mendukung aksi dalam menghadapi perubahan iklim,” jelasnya.
Selain Wahyu, ada delapan kepala daerah lain yang mendapat penghargaan. Meliputi Wali Kota Surabaya, Wali Kota Madiun, Wali Kota Bandung, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wali Kota Semarang, Wali Kota Surakarta, dan Wali Kota Tarakan.
Selanjutnya, ada lima penghargaan untuk kelompok warga. Yang terdiri dari satu penghargaan proklim utama trofi untuk RW 2 Kelurahan Arjosari. Mereka meraih nilai akumulasi lebih dari (>) 81 dibanding lokasi-lokasi lainnya.
”Khusus untuk penghargaan proklim utama trofi, setiap tahun hanya ada 50 trofi. Di RW 2 Kelurahan Arjosari, mereka mendapat penghargaan itu karena memiliki inovasi lebih,” sambung Raymond.
Sementara empat penghargaan lainnya untuk RW 3 Kelurahan Kotalama, RW 14 Kelurahan Madyopuro, RW 2 Kelurahan Arjowinangun, dan RW 9 Kelurahan Arjowinangun. Mereka mendapat penghargaan proklim utama sertifikat.
Sebagai apresiasi, pemkot juga memberikan apresiasi senilai Rp 15 juta kepada masing-masing RW. Ditambah dengan bantuan bibit tanaman. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, beberapa RW yang memperoleh penghargaan adalah mereka yang sudah menerapkan upaya menjaga lingkungan.
”Misalnya saja di Arjosari itu sudah memiliki sumur injeksi, RTH-nya terjaga, sepanjang sungainya juga ada tempat sosialisasi untuk masyarakat terkait pentingnya penghijauan,” beber dia.
Kemudian, keterlibatan antar-masyarakat dalam menjaga lingkungan. Wahyu menyebut jika lingkungan terjaga, dampaknya juga akan dirasakan sendiri seperti udara yang bersih hingga banjir yang bisa diminimalkan. ”Kami harap RW lain bisa meniru,” pungkasnya. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian