Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Bakal Kolaborasikan Koperasi Merah Putih dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi

Bayu Mulya Putra • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Merah Putih

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) memiliki peluang menggaet pasar baru lebih mudah. Yakni melalui distribusi kepada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). KMP bisa menyediakan bahan baku atau sembako untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Dengan kerja sama itu, Wahyu menyebut bakal saling menguntungkan bagi dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto. ”Saya sudah cek harga sembako di KMP lebih murah daripada harga di luar. Kami hanya butuh sosialisasi kepada anggota dan pengurus SPPG,” ujarnya.

Di tempat lain, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, 12 KMP yang kini beroperasi menjalankan tiga unit bisnis serupa. Yaitu penjualan sembako, LPG, dan air minum.

”Kami akan sediakan tiga bisnis ini kepada 57 KMP. Tetapi harus menunggu mereka memiliki kantor, baik menumpang atau membangun baru,” urai Eko. Untuk unit bisnis simpan pinjam, dia menyebut masih sulit diwujudkan tahun ini.

Sebab, belum ada koperasi yang mendapat bantuan modal dari bank. Seperti yang dijanjikan pemerintah pusat. Seperti diketahui, bank membutuhkan jaminan sebagai persyaratan pemberian kredit.

Jaminan yang disyaratkan bisa berupa aset. Sedangkan seperti diketahui, baru dua KMP yang memiliki gerai sendiri. Itu pun pembangunannya masih berjalan hingga saat ini. ”Sementara ini 2026 belum ada rencana pembangunan gerai baru, masih menunggu lahan tersedia,” kata Eko.

Terkait kerja sama SPPG dan KMP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan bakal melakukan tahap sosialisasi. Pemkot Malang sebelumnya telah membentuk satuan tugas (satgas) SPPG beserta korwil (koordinator wilayah).

”Kami akan mengumpulkan SPPG dan KMP. Kemudian akan dilakukan koordinasi untuk mendata kebutuhan yang bisa disediakan koperasi,” turut Slamet. Harapannya, kerja sama itu bisa dilakukan secepat mungkin. Untuk menyukseskan kedua program pemerintah pusat tersebut.

Kerja sama antara KMP dan SPPG itu sudah berjalan di beberapa daerah. Seperti di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. KMP di wilayah tersebut menyuplai bahan baku bawang merah dan bawang putih. Kemudian bahan bakar gas atau LPG. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#kmp #Mbg #malang #SPPG