Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lahan Sekolah Rakyat Permanen Mengerucut ke Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang

Aditya Novrian • Rabu, 21 Januari 2026 | 10:11 WIB
DISIPLIN: Siswa SRMP Kota Malang membersihkan ruang kelas beberapa waktu lalu. Pemkot mengusulkan lahan di Arjowinangun menjadi lahan sekolah rakyat permanen.
DISIPLIN: Siswa SRMP Kota Malang membersihkan ruang kelas beberapa waktu lalu. Pemkot mengusulkan lahan di Arjowinangun menjadi lahan sekolah rakyat permanen.

MALANG KOTA – Pemkot Malang mengusulkan lahan seluas 5,4 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut berada di Jalan Babatan, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Usulan ini menyusul rencana dimulainya tahun ajaran baru Sekolah Rakyat pada Juli mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, lahan di Arjowinangun sudah disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) pada 19 Januari lalu.

Sebelumnya, Pemkot sempat mengusulkan lahan seluas 8,9 hektare di Jalan Mayjen Wiyono, Kecamatan Blimbing. ”Yang disurvei dari Kementerian PU akhirnya lahan di Arjowinangun. Karena yang di Mayjen Wiyono statusnya ruang terbuka hijau,” ujar Dandung.

Ia menjelaskan, lahan di Arjowinangun berstatus kawasan industri dan sebagian kecil merupakan RTH taman RW. Namun, sekitar 40 persen dari lahan tersebut masih memungkinkan untuk kawasan terbangun. Saat ini Pemkot Malang tinggal menunggu keputusan hasil survei dari pemerintah pusat.

Menurut Dandung, seluruh biaya pembebasan dan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen akan ditanggung oleh Kementerian PU. Pemkot hanya bertugas menyiapkan lahan dan mengajukan usulan resmi yang sudah dilakukan sejak November lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan menyebutkan, skema penggunaan lahan kemungkinan menggunakan sistem pinjam pakai sebelum dihibahkan. ”Seperti di Poltekkom (Politeknik Kota Malang), nanti bisa pinjam pakai dulu,” ujarnya.

Saat ini SRMP masih menggunakan gedung Politeknik Kota Malang dengan daya tampung terbatas hanya 100 siswa. Sementara bangunan permanen nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2. (aff/adn)

Editor : Aditya Novrian
#DPUPRPKP #BKAD #Kemen PU #malang