MALANG KOTA - Keterbatasan fasilitas toilet di ruang publik mendorong Pemkot Malang mengajukan tambahan bantuan corporate social responsibility (CSR) kepada Bank Jatim. Kali ini, pemkot mengusulkan pengadaan tiga unit toilet portabel untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, pengajuan tersebut dilakukan karena ketersediaan toilet keliling yang dimiliki pemkot saat ini masih terbatas. Hingga sekarang, DLH hanya memiliki dua unit mobil toilet keliling yang digunakan untuk berbagai keperluan.
”Selama ini kami hanya punya dua mobil toilet keliling. Kalau ada kegiatan besar yang melibatkan banyak orang, jelas belum mencukupi,” ujar Raymond kemarin.
Dua unit mobil toilet tersebut merupakan pengadaan lama yang sudah dimiliki sejak 2017. Selain digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah maupun masyarakat, mobil toilet itu juga disewakan untuk acara tertentu. Fasilitas di dalamnya sudah cukup lengkap, termasuk pemisahan toilet laki-laki dan perempuan serta wastafel untuk cuci tangan.
Namun, seiring meningkatnya intensitas kegiatan luar ruang di Kota Malang, keberadaan dua mobil toilet dinilai tidak lagi ideal. Terutama saat berlangsung acara bersamaan di beberapa lokasi atau kegiatan dengan jumlah pengunjung besar.
Karena itu, DLH memilih mengajukan toilet portable dibanding menambah mobil toilet keliling. Menurut Raymond, toilet portable lebih fleksibel dan efisien dalam pengelolaan. ”Toilet portable ini bisa disusun sesuai kebutuhan. Setelah acara selesai, bisa langsung dibongkar dan disimpan kembali oleh DLH,” jelasnya.
Selain pengadaan toilet portable, DLH Kota Malang juga berencana mengajukan bantuan lanjutan terkait perawatan Alun-Alun Merdeka. Permohonan tersebut mencakup pengecatan sejumlah fasilitas yang belum tertangani dalam proyek revitalisasi sebelumnya, seperti kursi-kursi taman serta atap bangunan yang ada di kawasan alun-alun.
Raymond menegaskan, pengajuan bantuan tambahan tersebut tidak dilakukan bersamaan dengan proses revitalisasi yang masih berjalan. Pemkot akan menunggu hingga seluruh pekerjaan revitalisasi Alun-Alun Merdeka rampung. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian