Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setahun Beroperasi, Koperasi Merah Putih Bumiayu Kota Malang Catatkan Omzet Rp 40 Juta Per Bulan

Bayu Mulya Putra • Kamis, 22 Januari 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Merah Putih

MALANG KOTA - Dari sekian Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Malang, salah satu yang tampak berkembang yakni KMP Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Ketua KMP Bumiayu Wusono menyampaikan, rapat anggota tahunan (RAT) bakal berlangsung pada Minggu mendatang (25/1).

Namun, pihaknya sudah memiliki beberapa catatan. Pertama terkait jumlah anggota. ”Kami mengawali koperasi dengan 118 anggota pada Juli 2025 lalu, tapi per tanggal Desember 2025 sudah bertambah menjadi 160 anggota,” kata dia, kemarin (21/1).

Dengan pertambahan anggota yang cukup signifikan, pada 2026 mereka menarget bisa menambah 120 anggota lagi. Caranya dengan mendorong para anggota lama untuk memberikan sosialisasi kepada warga lain untuk menjadi anggota koperasi.

Capaian lainnya yakni total aset yang sudah mencapai angka Rp 260 juta. Itu berasal dari seluruh anggota koperasi. Sebelumnya, nilai aset KMP Bumiayu Rp 180 juta. Sementara untuk omzet setiap bulan berada di angka Rp 40 juta. Omzet itu berasal dari beberapa bidang usaha yang dikelola KMP Bumiayu.

Meliputi penjualan sembako, LPG 3 kilogram, dan beras petani setempat yang dikemas dengan merek KMP Bumiayu. ”Target penjualan sembako masih ingin kami tingkatkan,” tambah Wusono. Sebab persentase yang belanja sembako di KMP Bumiayu baru 40 persen dari total anggota yang ada sekarang.

Sebagian anggota masih memiliki mindset bahwa KMP Bumiayu hanya melayani simpan pinjam. Itu yang membuat pembelian masih perlu didongkrak. Unit usaha lainnya berupa kerja sama dengan apotek. Jika hendak mencari obat, anggota tinggal menunjukkan kartu identitas anggota dan bisa mendapat diskon 5 persen.

Kemudian ada unit usaha Payment Point Online Bank (PPOB). ”Yang terbaru, kami juga sedang menyusun unit usaha mitra driver ojek online dan penyediaan vending machine,” terang Wusono.

Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat keanggotaan dan unit usaha KKMP Bumiayu. Caranya dengan menggelar pelatihan rutin sebanyak dua kali dalam sebulan. Lalu menambah produk yang dijual di unit usaha. Sebagai contoh, LPG 3 kilogram yang sekarang hanya tersedia 50 tabung per minggu.

Rencananya akan ditambah 300 tabung lagi. ”Kemudian dalam waktu dekan akan ada pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang sudah dipotong pajak sebesar Rp 22 juta kepada para anggota,” pungkas Wusono. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
#PPOB #kmp #RAT #malang