MALANG KOTA – Kebiasaan menabung mulai dikenalkan kepada siswa SD. Salah satunya melalui kegiatan layanan tabungan pelajar yang digelar di SDN Sawojajar 5, Selasa (20/1). Ratusan siswa tampak antre dengan tertib untuk menyetorkan uang tabungan mereka. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajari menyisihkan sebagian uang jajan setiap hari.
Nominal yang ditabung relatif kecil, berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000 per hari, kemudian dikumpulkan dan disetorkan secara berkala. Guru PJOK SDN Sawojajar 5 Triskawati mengatakan, kebiasaan menabung tidak hanya bertujuan mengenalkan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter siswa.
”Poin utama kami mengajarkan anak menabung sejak dini agar rasa disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif bisa terbentuk,” ujarnya. Ia menjelaskan, disiplin dibangun melalui kebiasaan menabung setiap hari.
Sementara tanggung jawab dilatih dengan cara siswa menyimpan uang tabungan mereka sendiri sebelum disetorkan. Konsistensi tersebut diharapkan menumbuhkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Triskawati menambahkan, kebiasaan menabung juga berdampak langsung pada kemandirian siswa. Beberapa anak sudah mampu membeli kebutuhan sekolah menggunakan uang hasil tabungan sendiri. Meski nominal yang ditabung hanya sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per hari, hasilnya cukup dirasakan oleh siswa.
”Kadang digunakan untuk membeli buku atau perlengkapan sekolah. Karena proses menabung dan penarikan dana juga dilakukan langsung oleh anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Customer Service BTN Eka Heru Saputra mengatakan, layanan mobil kas keliling yang hadir di sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar. Dalam dua tahun terakhir, pihaknya rutin mendatangi sekolah-sekolah untuk memfasilitasi tabungan siswa.
”Kami memahami jam operasional bank sering berbenturan dengan jam sekolah. Karena itu layanan ini kami bawa langsung ke sekolah,” ujarnya. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian