Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Siapkan Pergantian Nama Beberapa Gedung

Aditya Novrian • Kamis, 22 Januari 2026 | 12:43 WIB
MASUK DAFTAR EVALUASI: Gedung Graha Purva Praja (Islamic Center) diusulkan berganti nama dengan nuansa sejarah.
MASUK DAFTAR EVALUASI: Gedung Graha Purva Praja (Islamic Center) diusulkan berganti nama dengan nuansa sejarah.

MALANG KOTA – Sejumlah gedung milik Pemerintah Pemkot Malang direncanakan berganti nama. Penamaan baru akan mengacu pada tokoh wali kota terdahulu. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, perubahan nama gedung dilakukan karena sejumlah fasilitas milik pemkot dinilai belum memiliki makna historis yang kuat.

Padahal, gedung-gedung tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas pemerintahan. ”Saya melihat nama-nama gedung yang ada sekarang kurang memiliki arti,” ujarnya kemarin.

Beberapa gedung yang masuk dalam pertimbangan di antaranya Graha Purva Praja yang sebelumnya dikenal sebagai Islamic Center. Selain itu, bangunan baru seperti Mini Block Office (MBO) di belakang Balai Kota Malang juga masuk dalam daftar evaluasi.

Menurut Wahyu, penamaan gedung dengan nama wali kota terdahulu dinilai lebih bermakna. Selain sebagai bentuk penghormatan, langkah ini juga diharapkan dapat mengenalkan sejarah kepemimpinan Kota Malang kepada masyarakat.

”Agar kita bisa mengenang jasa-jasa wali kota pendahulu, sekaligus mengenalkan kepada warga siapa saja wali kota sebelumnya,” katanya.

Saat ini, Pemkot Malang masih melakukan pendataan gedung-gedung yang memungkinkan untuk dilakukan perubahan nama. Proses tersebut meliputi penilaian fungsi gedung hingga nilai historis yang dapat dilekatkan pada bangunan tersebut.

Tidak hanya gedung, Wahyu juga membuka kemungkinan perubahan nama pada sejumlah ruangan di lingkungan Balai Kota Malang. Ruang sidang maupun ruang rapat disebut berpeluang menggunakan nama tokoh wali kota terdahulu.

”Tentunya yang digunakan adalah nama wali kota yang sudah meninggal dunia, bukan yang masih hidup,” tegasnya.

Dengan rencana tersebut, Wahyu berharap aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum dapat lebih mengenal sejarah kepemimpinan Kota Malang. Ia menilai pengenalan terhadap tokoh-tokoh terdahulu penting sebagai bagian dari penghargaan atas kontribusi mereka dalam pembangunan kota. (adk/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Wali Kota Malang #ASN #Pemkot Malang #malang