MALANG KOTA – Patroli rutin terus dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang di koridor Kajoetangan. Itu dilakukan untuk menertibkan pengendara roda dua yang ngotot parkir di pinggir jalan.
Pada pekan pertama operasional gedung parkir Kajoetangan, dishub banyak menemukan pelanggaran parkir.
Saat itu, angka pelanggaran per hari bisa mencapai belasan hingga puluhan. ”Kalau minggu ketiga ini pelanggaran masih ada, tetapi bisa dihitung dengan jari. Tidak sampai lima per harinya,” terang Kabid Perparkiran Dishub Kota Malang Rahmat Hidayat. Sampai saat ini, petugas dishub rutin berkeliling pada waktu-waktu tertentu.
”Kami juga memasang papan imbauan dan larangan parkir kendaraan roda dua di tepi jalan,” imbuhnya. Itu semua dilakukan agar kawasan Kajoetangan lebih tertib dan terhindar dari kemacetan parah. Di tempat lain, Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan mengaku bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapati keluhan.
Baik dari masyarakat maupun pelaku usaha yang ada di dalam dan luar koridor Kajoetangan Heritage. ”Saya belum dapat laporan masyarakat yang mengeluh harus berjalan kaki. Malah kondisi parkir sekarang lebih rapi,” kata dia, kemarin (22/1). Namun ada beberapa hal yang disoroti Willstar.
Salah satunya yakni akses parkir untuk warga. Sedikitnya ada 10 warga dari RW 1, RW 2, dan RW 10 atau yang bermukim di Kajoetangan Heritage bagian barat yang memiliki mobil.
”Biasanya mereka parkir di depan gang 2 dan gang 4 yang memang menjadi pintu akses masuk maupun keluar,” sebut Willstar. Selain jadi pintu akses, di depan gang itu juga sering dijadikan tempat parkir mobil oleh warga.
Willstar berharap ke depan segera ada pembahasan mengenai akses parkir untuk warga setempat. Dengan demikian, mereka bisa menaruh mobil di gedung parkir Kajoetangan dibanding harus parkir di luar. ”Nanti mereka tetap bayar, tapi skemanya masih akan didiskusikan oleh dishub,” sambung dia.
Di tempat lain, Ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage Mila Kurniawati menyampaikan bahwa keberadaan gedung parkir Kajoetangan tidak berpengaruh terhadap tingkat kunjungan. Sejauh ini, kunjungan ke Kajoetangan Heritage masih stabil di angka 1.000 orang per hari.
”Yang memengaruhi kunjungan hanya hujan saja,” tutur Mila. Meski begitu, dia berharap agar pemkot lebih menggencarkan sosialisasi soal keberadaan gedung parkir Kajoetangan kepada masyarakat maupun juru parkir. (adk/mel/by)
Editor : Aditya Novrian