Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Progres Tempat Relokasi Pasar Gadang Kota Malang Berjalan 50 Persen

Bayu Mulya Putra • Kamis, 29 Januari 2026 | 09:43 WIB
TERUS BERPROSES: Atap untuk salah satu bangunan sementara Pasar Gadang mulai dipersiapkan, kemarin. Itu adalah bangunan kedua yang sudah didirikan.
TERUS BERPROSES: Atap untuk salah satu bangunan sementara Pasar Gadang mulai dipersiapkan, kemarin. Itu adalah bangunan kedua yang sudah didirikan.

MALANG KOTA - Pembangunan tempat sementara untuk pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) terus berlangsung. Sesuai jadwal, pengerjaan tempat itu harusnya tuntas setelah Lebaran, atau sekitar bulan Maret. Saat ini, progresnya sudah lebih dari 50 persen.

Ada dua bangunan yang disediakan untuk tempat relokasi. Bangunan pertama digunakan untuk pedagang PIG di sisi timur. Pembangunannya hampir selesai. Sedangkan pengerjaan yang masih berprogres bakal digunakan untuk bangunan pedagang di sisi barat.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, target tuntasnya pengerjaan itu sesuai perkiraan pedagang. Seperti diketahui, pembangunan tempat sementara itu sepenuhnya berasal dari swadaya pedagang PIG.

Pemkot Malang hanya menyediakan lahan melalui skema sewa. ”Kami mengikuti waktu yang diminta pedagang. Mereka meminta bangunan sementara harus selesai, baru nanti mau dipindah,” terang Eko.

Dia menyampaikan, jika pindah sebelum Lebaran, dikhawatirkan bakal merepotkan pedagang. Sebab, pada Ramadan hingga Lebaran merupakan momen naiknya penjualan di PIG. ”Karena banyak barang dagangan yang harus disimpan di bedak. Pedagang meminta tempat sementara harus siap 100 persen dulu,” kata Eko.

Ukuran tempat sementara itu mencapai 5.000 meter persegi. Layout pasar bakal berubah. Sebelumnya, PIG melebar mengikuti jalan. Nanti pasar itu akan berbentuk memanjang. Dengan pedagang buah berada di depan dan pedagang ikan di belakang.

Eko menambahkan, pasar sementara juga dilengkapi dengan tempat parkir khusus. Sehingga tidak ada lagi parkir di pinggir jalan yang menyebabkan macet. ”Semua pedagang menyetujui rencana relokasi ini. Mereka sama-sama berkeinginan pasar tidak lagi macet,” tandasnya.

Di tempat lain, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji meminta pemkot juga memperhatikan kebutuhan lain. Seperti fasilitas dasar di antaranya sanitasi, air bersih, dan sistem pembuangan limbah. Ketika tidak ada pembuangan limbah yang baik, pedagang akan membuang sembarangan.

Dampaknya, lingkungan bakal kembali kotor dan jalan lebih cepat rusak. ”Meskipun yang mengerjakan seluruhnya pedagang, kami minta pemkot tetap mendampingi. Agar kebutuhan dasar bisa terpenuhi,” tegasnya. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#dprd kota malang #pig #Diskopindag #malang