MALANG KOTA – Sampai momen launching wajah baru Alun-Alun Merdeka dilakukan Rabu malam (28/1), pemkot belum merumuskan sejumlah skema penataan. Salah satunya yakni penataan area PKL. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut bahwa pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan tempat mana yang pas.
”Penataan PKL kami lakukan secara bertahap. Sudah ada beberapa opsinya,” kata dia. Wahyu menyebut ada dua titik yang kemungkinan digunakan sebagai tempat PKL. Pertama di Alun-Alun Mal atau biasa dikenal dengan Ramayana. Selanjutnya di area Pasar Splendid. Pemilih Splendid dilakukan karena Wahyu ingin menghidupkan kembali kenangan pasar senggol di kawasan itu.
”Lokasi PKL kami pastikan tidak jauh dari Alun-Alun Merdeka. Radiusnya maksimal 3 kilometer,” tambah dia. Wahyu menambahkan, pihaknya akan melakukan integrasi kawasan. Alun-Alun Merdeka bakal dihubungkan dengan Kajoetangan Heritage, Splendid, Balai Kota Malang, hingga Stasiun Malang.
Penataan selanjutnya terkait area parkir. Sampai saat ini juga belum ada penambahan kantong parkir pasca-revitalisasi Alun-Alun Merdeka. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, pihaknya masih menggunakan titik eksisting. Yaitu di depan Kantor Pos dan Masjid Jami'.
Menurut dia, parkir di tepi jalan sebenarnya tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Jaya mengatakan, keberadaan PKL lah yang menjadi penyebab kepadatan di Alun-Alun Merdeka. ”Ketika ada PKL, badan jalan semakin sempit. Itu yang membuat lalu lintas jadi rumit,” tuturnya.
Meski begitu, Jaya mengatakan bahwa warga bakal diimbau menggunakan gedung parkir di Kajoetangan Heritage. Mereka tinggal berjalan kaki dari Kajoetangan ke Alun-Alun Merdeka. ”Kalau misal sudah penuh, bisa menggunakan titik parkir yang disediakan. Mudah-mudahan ada perubahan perilaku masyarakat untuk mau sedikit jalan kaki,” harap dia. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian