KOTA MALANG - Pemerintah Kota Malang menginisiasi program strategis berupa angkot pelajar gratis yang memakan anggaran Rp 1.9 milliar. Program ini diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kebiasaan dan kesadaran bertransportasi umum sejak dini di kalangan generasi muda.
Sesuai dengan pernyataan Dishub Kota Malang, program ini telah matang dan memiliki kesiapan teknis 100 persen. Termasuk seleksi 80 sopir dengan kriteria ketat seperti larangan merokok, kondisi sehat jasmani, hingga kelengkapan surat berkendara.
Melalui skema subsidi penuh ini, pelajar tidak perlu membayar ongkos. Pemkot akan membayar langsung kepada driver, menghilangkan hambatan ekonomi untuk mencoba transportasi umum. "Kami hanya tinggal menunggu Pemkot Malang saja," ucap Stefanus Hari Wahyudi selaku Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang.
Tentu dibalik kemudahan program ini, diharapkan terselip misi edukasi yang lebih besar mengenai pengenalan rutinitas generasi muda yang selama ini sering menggunakan transportasi pribadi selama kegiatan. Pengenalan transum diharapkan menanamkan pemahaman tentang mobilitas berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan membentuk pola pikir bertransportasi yang bertanggung jawab di masa depan.