Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penghijauan Kawasan Soehat Membutuhkan 290 Bibit Pohon Tabebuya

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:30 WIB
BERTAHAP: Penanaman bibit pohon tabebuya mulai dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang pada Jumat lalu (30/1). DLH Kota Malang For Radar Malang.
BERTAHAP: Penanaman bibit pohon tabebuya mulai dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang pada Jumat lalu (30/1). DLH Kota Malang For Radar Malang.

MALANG KOTA - Upaya penghijauan kembali pasca-pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) mulai dilakukan. Pada Jum’at lalu (30/1), pemkot menanam 40 pohon tabebuya berdaun lebar. Penghijauan tersebut diupayakan rampung pada tahun ini.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, pohon tabebuya yang ditanam itu bakal memiliki bunga berwarna ungu. ”Untuk permulaan, kami tanam dari Jembatan Soehat sampai tembok Polinema dulu,” kata Raymond kepada Jawa Pos Radar Malang.

Namun ke depan akan dilanjutkan sampai ke titik terakhir pembangunan drainase Soehat, atau sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Dia memperkirakan, butuh 250 bibit pohon tabebuya daun lebar lagi untuk melakukan penghijauan di Soehat. Ratusan pohon itu akan ditanam setelah ada pembangunan pedestrian yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil koordinasi bersama Dinas PU SDA Jawa Timur, pedestrian rencananya akan mulai digarap pada awal Maret 2026. Pedestrian yang digarap sesuai dengan panjang drainase juga yakni 1,3 kilometer. ”Kalau prosesnya pengerjaan pedestrian mungkin antara 4 sampai 5 bulan,” sebut lelaki yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Diskopindag tersebut.

Setelah selesai, pihaknya baru bisa melanjutkan penghijauan. Kelanjutan penanaman tabebuya akan menyesuaikan kondisi pedestrian. Bisa lewat pot berukuran besar yang ditaruh di beberapa titik atau ditanam di sela-sela drainase dengan pedestrian.

Sebelumnya, pemkot sempat mendapat sorotan karena tidak kunjung melakukan upaya penghijauan pasca pengerjaan drainase. Keterbatasan ruang tanam menjadi alasan. Sebagian area di sana sudah tertutup oleh konstruksi beton. Selain itu, lokasi proyek juga masih dalam masa pemeliharaan. Jika dilakukan pemasangan pot sekarang, dikhawatirkan bisa terbongkar. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
#Tabebuya #soehat