MALANG KOTA – Pemkot Malang sudah menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di area Car Free Day (CFD), namun kemarin (1/2) masih ada yang melanggar. Sejumlah stan PKL di depan Museum Brawijaya berdiri melewati garis batas, menandakan mereka berjualan di area terlarang.
Garis putih dengan tulisan ”Batas PKL” itu berada di sisi kiri dan kanan area tank Museum Brawijaya. “Garisnya sudah dipasang kemarin (Sabtu lalu, 31/1) bersama pihak pengelola Museum Brawijaya,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran kemarin.
Berdasar pengamatan wartawan koran ini kemarin, wilayah CFD masih steril dari PKL liar di pagi hari. Namun memasuki pukul 08.00, para pedagang tanpa izin sewa itu kembali berdatangan. Jumlahnya terus bertambah menjelang berakhirnya CFD.
Mereka memadati tepi jalan dengan didominasi penjual minuman air putih kemasan. Harapannya dengan dipasang garis batas itu, PKL liar bisa lebih sadar. Namun rupanya mereka tetap bandel berjualan meski sudah diingatkan petugas. Satpol PP sudah siaga di sana sejak pukul 05.00.
Fokusnya menghalau PKL liar yang bakal membangun stan di luar garis maksimal. “Untuk PKL liar yang berkeliling, kami terus pantau dan halau jika ada yang melanggar,” paparnya. Di pihak lain, Pengelola Wisata Belanja Ijen (WBI) Sugeng Syamto mengatakan Satpol PP perlu lebih tegas lagi dalam menertibkan PKL liar.
Penjagaan harus ketat terus-menerus hingga CFD selesai. Sebab ketika petugas meninggalkan tempat, para PKL liar itu bakal kembali beraksi. “Apalagi sudah ada batas jelas mana PKL liar dan yang sudah membayar uang sewa seperti kami,” ujar Sugeng.
Dia juga menyoroti di sisi kanan dan kiri museum yang kasih menjadi langganan PKL mangkal. Dia berharap mereka tertib. Sebab keberadaan para PKL tersebut dinilai berpengaruh terhadap omzet penjualan PKL yang resmi dan berhak jualan di area
WBI. (aff/dan)