Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Soroti Angka Kecelakaan yang Masih Cukup Tinggi di Kota Malang

Aditya Novrian • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:33 WIB
SIGAP: Personel Satlantas Polresta Malang Kota berpose di belakang motor patroli yang digunakan untuk Ops Semeru 2026, Senin (2/2).
SIGAP: Personel Satlantas Polresta Malang Kota berpose di belakang motor patroli yang digunakan untuk Ops Semeru 2026, Senin (2/2).

MALANG KOTA - Meski tren kecelakaan lalu lintas di Malang Kota sepanjang 2025 menunjukkan penurunan, kepolisian menilai risiko di jalan raya masih tinggi, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk mencegah lonjakan korban kecelakaan, Polresta Malang Kota bakal fokus menekam risiko kecelakaan lewat Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan mengerahkan 85 personel selama dua pekan ke depan.

Operasi tersebut mulai digelar sejak 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Selama periode itu, aparat lalu lintas akan meningkatkan pengawasan, patroli, dan edukasi keselamatan berkendara di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kepadatan lalu lintas.

Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, operasi ini difokuskan untuk menekan potensi kecelakaan sejak dini, bukan semata-mata melakukan penindakan. Upaya pencegahan dinilai menjadi kunci, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

”Kami mengedepankan langkah preemtif dan preventif agar risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya. Data Satlantas Polresta Malang Kota mencatat, sepanjang 2025 terjadi ratusan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum setempat.

Meski jumlahnya menurun dibandingkan 2024, kecelakaan masih menimbulkan korban jiwa dan ratusan korban luka. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa penurunan angka belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat keselamatan di jalan.

Sejumlah titik menjadi perhatian khusus dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. Salah satunya kawasan Alun-Alun Merdeka. Pasca-revitalisasi, kawasan tersebut menjadi magnet warga dan wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari. Kepadatan kendaraan yang tidak diimbangi dengan disiplin berlalu lintas dinilai berisiko memicu kecelakaan.

Titik lain yang menjadi atensi adalah kawasan Terminal Arjosari. Aktivitas angkutan umum yang ngetem di pinggir jalan masih sering dijumpai. ”Kondisi itu kerap memicu perlambatan arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama pada jam sibuk,” ungkapnya. (mel/adn)

Editor : Aditya Novrian
#kecelakaan lalu lintas #POLRESTA MALANG KOTA #malang #operasi keselamatan semeru