Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Matangkan Persiapan Jelang Puncak Harlah Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana Kota Malang, PDAM Kebut Pemasangan 200 Titik Layanan Air

Aditya Novrian • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:39 WIB
TERUS DIKEBUT: Petugas Perumda Tugu Tirta memasang pipa jaringan air untuk mendukung Harlah NU di Stadion Gajayana kemarin.
TERUS DIKEBUT: Petugas Perumda Tugu Tirta memasang pipa jaringan air untuk mendukung Harlah NU di Stadion Gajayana kemarin.

MALANG KOTA – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan krusial dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) akhir pekan ini. Untuk mendukung kegiatan yang diperkirakan dihadiri jamaah dalam jumlah besar itu, Perumda Air Minum Tugu Tirta atau PDAM menyiapkan total 200 titik layanan air di dalam dan sekitar Stadion Gajayana.

Ratusan titik layanan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar jemaah, mulai dari sanitasi, air wudhu, hingga air minum. Rinciannya, 50 titik suplai air dialokasikan untuk toilet portabel, 50 titik kran wudhu berada di dalam stadion, serta 100 titik anjungan air siap minum dan kran wudhu di area luar stadion.

Fasilitas air bersih ini dipersiapkan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah selama kegiatan berlangsung. Dengan durasi acara yang panjang dan aktivitas ibadah massal, ketersediaan air dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan mujahadah.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi bagian dari dukungan teknis agar kegiatan berjalan tanpa kendala mendasar. Sebagai BUMD, Tugu Tirta memiliki peran memastikan kebutuhan layanan publik tetap terpenuhi, terutama dalam agenda berskala nasional.

”Ketersediaan air minum dan sanitasi menjadi hal mendasar. Kami memastikan suplai air cukup dan layak digunakan selama kegiatan berlangsung,” ujar Priyo.

Ia menjelaskan, air yang disalurkan merupakan air siap minum yang telah melalui proses pengolahan sesuai standar kesehatan. Dengan demikian, jemaah dapat memanfaatkan fasilitas air minum dan wudhu tanpa harus membawa persediaan air sendiri dalam jumlah besar.

Menurut Priyo, tantangan utama dalam kegiatan berskala besar adalah menjaga stabilitas suplai air di tengah lonjakan kebutuhan. Karena itu, pihaknya melakukan pemetaan titik layanan serta pengawasan distribusi selama acara berlangsung untuk mengantisipasi gangguan teknis.

Selain menyiapkan sarana fisik, petugas juga disiagakan untuk memastikan seluruh titik layanan berfungsi dengan baik. Perbaikan cepat akan dilakukan jika terjadi gangguan aliran atau kerusakan fasilitas di lapangan.

Kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad NU diperkirakan akan menarik jemaah dari berbagai daerah. Dengan konsentrasi massa yang besar di satu lokasi, kebutuhan sanitasi dan air bersih menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. Minimnya fasilitas air berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan maupun ketidaknyamanan bagi peserta.

 ”Kami menyiapkan sistem yang fleksibel agar bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya. (adk/adn)

Editor : Aditya Novrian
#stadion gajayana #PDAM #malang #NU