MALANG KOTA – Pengaturan lalu lintas menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), 7-8 Februari 2026. Selain untuk memudahkan jamaah yang hadir, pengaturan juga dilakukan untuk meminimalkan dampak kemacetan lalu lintas.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, 80 persen keberhasilan acara ditentukan pergerakan keluar masuk jamaah dari berbagai daerah di Jatim. Mengingat gelaran akbar itu akan dihadiri sekitar 100.000 jamaah dengan 1.000 bus pengangkut rombongan. Untuk itu, kepadatan arus lalu lintas perlu antisipasi.
"Apabila kami bisa mengatur lalu lintas, 80 persen acara besok (7/2) sukses dilaksanakan," ujar Wahyu. Ditambah dengan kemungkinan hadirnya Presiden Prabowo Subianto, persiapan akan terus ditingkatkan. Utamanya terkait akses dan keamanan presiden.
"Sudah ada perencanaan jika presiden hadir. Nanti komandonya ada di danrem," terang Wahyu. Pemilik kursi N1 itu mengatakan, pengaturan lalu lintas hampir seluruhnya rampung. Bersama dengan pihak kepolisian, pemkot juga sudah menentukan titik drop zone, area transit hingga titik parkir.
Total ada delapan drop zone. Pembagian ini berdasarkan asal kota jamaah yang hadir. Misalnya drop zone untuk jamaah dari Surabaya dan Gresik berada di Jalan Simpang Balapan dan Jalan Ijen. Kemudian jamaah dari Banyuwangi dan sekitarnya titik drop zone berada di Jalan Tugu.(adk/dan)
Editor : Aditya Novrian