Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Awal Tahun, Penjualan Eceran di Kota Malang Turun 4,66 Persen

Aditya Novrian • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:05 WIB
OMZET TURUN: Pedagang cabai di Pasar Mergan melayani pembeli kemarin siang. BI Malang mencatat penjualan eceran turun pada Januari lalu.
OMZET TURUN: Pedagang cabai di Pasar Mergan melayani pembeli kemarin siang. BI Malang mencatat penjualan eceran turun pada Januari lalu.

MALANG KOTA – Kinerja penjualan eceran di Kota Malang pada Januari 2026 mengalami koreksi setelah lonjakan konsumsi akhir tahun. Berdasar Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) Malang, omzet pelaku usaha tercatat turun 4,66 persen secara month-to-month dibandingkan Desember 2025 yang sebelumnya tumbuh 8,21 persen.

Penurunan terbesar terjadi pada sektor makanan, minuman, dan tembakau yang terkontraksi 13,74 persen. Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi menjelaskan, koreksi tersebut dipicu melemahnya permintaan pada subsektor bahan makanan yang turun hingga 15,85 persen.

”Permintaan bahan kue kering menurun setelah periode Natal dan Tahun Baru berakhir,” ujarnya.

Selain itu, kelompok barang budaya dan rekreasi juga mencatat kontraksi 10,78 persen. Penurunan terutama terjadi pada penjualan kertas, karton, dan cetakan kue yang merosot hingga 20,43 persen. Kondisi tersebut seiring berkurangnya kebutuhan kemasan untuk hampers dan bingkisan pascalibur akhir tahun.

Koreksi juga terjadi pada sektor peralatan dan komunikasi yang turun 8,82 persen, serta sektor kendaraan yang melemah 6,52 persen. Menurut Indra, penurunan di kelompok peralatan dan komunikasi terutama disumbang subsektor perlengkapan telekomunikasi yang terkontraksi 10,26 persen akibat berakhirnya program promosi dan diskon.

Indra menilai perlambatan tersebut masih tergolong wajar karena basis perbandingan berasal dari Desember yang menjadi puncak mobilitas dan konsumsi masyarakat. Di Kota Malang, mayoritas pelaku UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman sehingga dampak koreksi terasa cukup signifikan.

Meski demikian, BI Malang menilai kondisi perdagangan eceran tetap stabil. Tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat dinilai masih berada dalam batas normal, sehingga prospek aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga pada awal tahun. (aff/adn)

Editor : Aditya Novrian
#BI #UMKM #SPE #malang