MALANG KOTA – Rencana penutupan 12 ruas jalan selama Mujahadah Kubro Satu Abad NU ternyata bukan harga mati. Dinas perhubungan (Dishub) Kota Malang memprioritaskan pemberlakuan buka tutup terlebih dahulu. Penutupan diberlakukan jika kondisinya tidak memungkinkan.
Pantauan sekitar pukul 14.30 kemarin (7/2), arus lalu lintas di beberapa titik yang masuk daftar penutupan, masih lancar. Beberapa personel sudah siaga, namun belum ada penutupan. Hal itu terlihat di Jalan Wilis, Jalan Besar Ijen, dan Jalan Pahlawan Trip. Padahal sebelumnya, penutupan dijadwalkan pukul 12.00. ”Selama jalan masih kondusif, kami tidak menutup dulu,” ujar kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra kemarin.
Lalu di Jalan Semeru, Jalan Retawu, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Taman Selamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring dilakukan sterilisasi. Diperkirakan, jamaah mulai berdatangan saat sore. ”Mulai ramai informasi dari para rombongan berangkat pukul 16.00,” kata dia.
Seperti diberitakan, total ada 4.801 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan acara. Mereka disebar untuk mengatur lalu lintas di titik rawan kemacetan sekaligus pengamanan bagi jamaah yang datang. Di antaranya di Jalan Arif Rahman Hakim, depan gedung DPRD Kota Malang, simpang tiga Jalan Bromo-Jalan Semeru, Jalan Simpang Balapan, Simpang Tiga Jalan Besar Ijen-Jalan Semeru, Simpang Tiga Gedung Malang Creative Center (MCC), hingga pintu timur Stadion Gajayana.
Untuk arus balik, Jaya memprediksi jamaah mulai kembali pukul 10.00 hari ini (8/2). Lebih tepatnya menyesuaikan rampungnya kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto. “Jadi, beberapa ruas jalan yang ditutup untuk kendaraan mulai kami buka pukul 20.00, menunggu jamaah steril,” lanjutnya.
Di pihak lain, Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli memaparkan, pihaknya sudah menyiapkan skema teknis pengamanan yang dibahas dalam Tactical Floor Game (TFG). Pembahasannya mulai dari drop zone, alur masuk-keluar jamaah, hingga penempatan tenda pengamanan dan kesehatan. Pola pengamanan jamaah dibagi secara terbuka dan tertutup. “Kami menempatkan personel di pintu masuk, patroli area, dan sterilisasi lokasi sebelum kegiatan,” papar Wiwin.
Pihaknya juga menyiapkan 8 pos penjagaan di titik strategis. Tujuh pos berfungsi sebagai pos pengamanan, sementara satu pos pelayanan didirikan di pintu masuk Stadion Gajayana. Pos yang bisa dijangkau jamaah berada di depan Perpustakaan Kota Malang Jalan Ijen, Simpang Balapan, depan Kantor DPRD Kota Malang, Simpang Talun Jalan Kawi, pertigaan Jalan Bromo–Semeru, Pintu Timur Stadion Gajayana, dan depan MOG. (aff/dan)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian