MALANG KOTA – Perayaan puncak Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang berdampak langsung pada peningkatan volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperkirakan tambahan sampah selama kegiatan mencapai sekitar 70 ton. Dengan kenaikan itu, total produksi sampah harian di Kota Malang bisa menembus 800 ton.
Pantauan di sekitar lokasi kegiatan menunjukkan dominasi sampah plastik, terutama botol minuman dan alas duduk yang ditinggalkan jamaah. Usai acara, panitia bersama petugas DLH langsung melakukan pembersihan di area stadion dan sekitarnya.
Baca Juga: Harlah 1 Abad NU, Dishub Prioritaskan Buka Tutup Ruas Jalan Wilayah Stadion Gajayana
Pelaksana harian Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menyebut, rata-rata produksi sampah harian di Kota Malang sekitar 720 ton. Membludaknya jumlah jamaah saat peringatan Harlah NU memicu tambahan signifikan.
“Setiap pengangkutan ada 7 sampai 8 truk. Perkiraan kenaikan hampir 70 ton,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH mengerahkan 500 personel yang dibagi dalam tiga shift sejak Sabtu (7/2) hingga Minggu (8/2). Selain itu, disiapkan enam truk sampah dan dua armada tambahan. Dua truk di antaranya disiagakan di luar area stadion sebagai tempat penampungan sementara.
DLH juga mendistribusikan 1.000 kantong sampah di berbagai titik. Kantong itu dipantau secara berkala agar tetap dapat digunakan jamaah sepanjang kegiatan. Fasilitas pendukung lain berupa toilet portable juga disediakan di luar stadion dan kawasan Alun-Alun Merdeka. Total ada sembilan bilik toilet hasil kolaborasi Pemkot Malang, Pemkab Malang, dan Pemkot Batu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, Ucap Terima Kasih atas Peran NU Jaga Kedamaian
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengimbau jamaah turut menjaga kebersihan selama acara. Setiap rombongan diminta membawa kantong sampah sendiri untuk menekan potensi sampah berserakan.
“Sudah ada imbauan agar jamaah membawa kantong plastik dari rumah,” katanya. (adk)
Editor : Aditya Novrian