MALANG KOTA - Banyak pihak yang ikut berperan dalam menyukseskan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad NU. Seperti dilakukan jemaat gereja-gereja yang berada di sekitar lokasi acara.
Beberapa gereja di dekat Stadion Gajayana yang menjadi lokasi kegiatan harlah menunjukkan toleransi terhadap para jemaah yang datang dari berbagai daerah. Seperti ditunjukkan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo Malang, Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan, Gereja Ijen, hingga Gereja Immanuel Malang.
Sekretaris Gereja Immanuel Malang Narsis Manopo mengatakan, pihaknya mengalihkan ibadah yang biasanya digelar rutin pada hari Minggu.
”Biasanya ada ibadah pukul 08.00 dan pukul 17.00. Namun kami tunda pelaksanaannya pada sore hari,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (8/2). Narsis memastikan pihaknya tidak merasa terganggu dengan kegiatan Mujahadah Kubro NU.
Sebab, ada alternatif untuk mengalihkan jemaat gereja ke gereja lain di Jalan Pattimura bagi yang ingin melaksanakan ibadah pagi.
Ada pula ibadah yang disiarkan di YouTube pada sore hari jika jemaat berhalangan hadir. Selain mengalihkan jadwal ibadah, pihak gereja juga membagikan roti dan air mineral.
Total ada 1.000 paket yang dibagikan untuk jamaah Harlah NU yang kebetulan melintas di depan gereja. Sementara itu, Sekretaris Umum Berkat Malang Gema Kasih Fifi Trisjanti mengungkapkan, total ada sekitar 13 ribu paket makanan yang dibagikan oleh beberapa gereja di Kota Malang.
Selain paket makanan, gereja-gereja juga membuka pintu bagi jemaah yang membutuhkan lokasi transit.
”Mereka bisa menumpang wudhu, mandi, atau ke toilet,” kata Fifi. Partisipasi dari beberapa gereja itu sudah berlangsung sejak Sabtu malam (7/2).
Fifi menyampaikan bahwa pihaknya merasa senang. Sebab, saling membantu antar-umat lintas agama adalah langkah yang selalu digaungkan gereja. (mel/by)
Disunting Kembali Oleh : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian