MALANG KOTA – Kesuksesan gelaran Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) membuka peluang baru bagi Kota Malang untuk mengembangkan sektor wisata religi. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta menilai Kota Malang memiliki potensi besar menjadi tujuan wisata religi setelah berhasil menjadi tuan rumah acara berskala nasional tersebut.
Menurut dia, kehadiran ratusan ribu nahdliyin dan pengurus NU, ditambah kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, menunjukkan kesiapan Kota Malang dalam menggelar agenda besar. ”Acara besar NU membuktikan kesiapan Kota Malang menjadi tuan rumah agenda besar. Harapannya bisa jadi salah satu opsi pengembangan wisata religi,” ujarnya kemarin.
Meski demikian, wanita yang akrab disapa Mia itu menilai masih ada sejumlah aspek penyelenggaraan yang perlu disempurnakan. Evaluasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas layanan, baik bagi wisatawan maupun pelaksanaan kegiatan besar di masa mendatang.
”Sesukses apa pun kegiatan pasti ada hal-hal yang bisa kita perbaiki. Ini menjadi pembelajaran agar Kota Malang semakin siap melayani wisatawan religi,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Sejumlah lokasi dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata religi. Di antaranya Makam Ki Ageng Gribig, Makam Mbah Honggo, hingga Kuburan Londo yang juga memiliki nilai sejarah. Optimalisasi destinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Kota Malang.
Mia menambahkan, Pemkot Malang perlu bergerak cepat memanfaatkan momentum ini agar berdampak pada perekonomian masyarakat. Selain itu, suasana toleransi harus tetap dijaga untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
”Tinggal bagaimana atmosfer toleransi perlu juga dijaga. Tantangan ke depan lebih banyak, jadi semua stakeholder dan masyarakat harus semakin solid,” pungkasnya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho