MALANG KOTA – Baru dua pekan beroperasi, keindahan Alun-Alun Merdeka sudah ternoda. Itu setelah muncul keluhan bau pesing dari pengunjung. Juga ada sampah yang menyumbat, sehingga menghalangi air semburan air mancur.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menerangkan, munculnya bau tak sedap tersebut, salah satunya karena perubahan konsep area air mancur. Sebelumnya, air mancur hanya bisa dinikmati dari jauh.
Sedangkan dengan konsep dry fountain, dia melanjutkan, masyarakat bisa langsung menikmati fasilitas tersebut. Biasanya digunakan mandi oleh anak-anak. "Tidak ada larangan bermain di area air mancur. Memang dikonsep bisa dinikmati masyarakat," ujar Raymond kemarin.
Kemudian ditambah lagi lemahnya pengawasan orang tua terhadap enak. Sehingga ketika bermain air, mereka buang air kecil di area air mancur. "Mungkin karena bingung mau buang air kecil di mana, akhirnya sambil bermain ya kencing di air mancur," kata dia.
Sementara ini DLH belum memiliki rencana untuk melarang masyarakat bermain di area air mancur. Raymond telah melakukan evaluasi untuk meminimalkan bau pesing di area tersebut, yakni memperbanyak sosialisasi ke masyarakat agar menjaga fasilitas.
"Peringatan dengan pengeras suara akan ditingkatkan. Jadi secara berulang untuk mengingatkan masyarakat," ucapnya. Dia menambahkan, DLH juga akan menambah papan peringatan tentang larangan dan petunjuk di Alun-alun Merdeka.
Selain masalah bau, petugas juga menemukan sampah plastik sisa makanan di sekitar area air mancur. Kemungkinan dari sisa makanan yang sengaja ditinggalkan pengunjung.
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mendukung peningkatan sosialisasi kepada pengunjung Alun-alun Merdeka. Dibukanya kembali ruang terbuka hijau itu memang menyisakan beberapa pekerjaan rumah.
Namun Dito menilai masih wajar. Sebab antusiasme pengunjung tinggi serta masa operasional yang belum sebulan. Sehingga pemkot harus rutin melakukan evaluasi. "Tentu alun-alun menjadi hiburan bagi masyarakat. Terkait masalah itu (bau dan sampah) harus diperbaiki dan dievaluasi secara berkala," tuturnya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho