MALANG KOTA - Pengembangan program kebudayaan di Kota Malang berbuah penghargaan di tingkat nasional. Upaya tersebut mengantarkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerima Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, Senin (9/2).
Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan kebudayaan di daerah. PWI Pusat menilai Pemkot Malang konsisten menempatkan sektor kebudayaan sebagai bagian dari strategi pembangunan kota.
Sejumlah langkah dilakukan, mulai penguatan kolaborasi lintas sektor, penyediaan fasilitas, hingga dukungan regulasi bagi pelaku seni dan budaya. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif serta sektor pariwisata.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan 1.000 event budaya yang digelar secara bertahap. Selain itu, pengembangan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia yang telah ditetapkan UNESCO turut menjadi indikator penguatan ekosistem kebudayaan di daerah.
Wahyu menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja bersama pemerintah dan masyarakat. ”Penghargaan ini kepercayaan PWI Pusat dan kami persembahkan untuk masyarakat Kota Malang. Tidak hanya tentang pemerintah, tetapi tentang yang benar-benar hidup dan dilakukan Kota Malang,” ujarnya.
Menurut dia, penghargaan itu menjadi dorongan untuk terus memperluas pengembangan kebudayaan agar manfaatnya dirasakan masyarakat. Pemerintah kota berupaya memperkuat program yang sudah berjalan sekaligus memperkenalkan budaya Malang ke tingkat yang lebih luas.
”Penghargaan ini menunjukkan bahwa budaya Kota Malang diperhatikan. Harapannya terus bergerak dan dikenal sampai level internasional,” imbuh Wahyu.
Pemkot Malang berencana melanjutkan berbagai program kebudayaan yang dinilai berdampak pada masyarakat. Selain memperkuat ekosistem seni, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan budaya daerah di tingkat nasional maupun global. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho