MALANG KOTA – Kendaraan yang biasanya melintasi jembatan bailey sonokembang, kini harus mencari jalan lain. Sebab, jembatan di Jalan Simpang Sulfat Utara itu bakal ditutup sementara. Penutupan berlangsung empat hari, 14-17 Februari depan.
Penutupan ini dilakukan karena ada penggeseran bailey. Tujuannya untuk memudahkan pembangunan jembatan baru. ”Mulai ditutup pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 00.00,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra kemarin.
Pergeseran dilakukan karena pembangunan fondasi jembatan permanen memakan sebagian area yang ditempati jembatan bailey. Jika tidak digeser, dia melanjutkan, pengerjaan jembatan utama tidak bisa dilanjutkan.
Selama masa penutupan, pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif. Dishub memperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk.
Pihaknya sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas. "Pengendara dari Jalan Simpang Sulfat Utara menuju Jalan Simpang LA Sucipto dapat melintas melalui Jalan Kapiworo. Kemudian ke Jalan Industri Wendit Barat dan alternatif lain melalui Jalan Sunandar Priyo Sudarmo," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, ada perubahan terkait lebar jembatan. Sehingga hal itu turut mempengaruhi fondasi fasilitas tersebut. Jembatan baru bakal memiliki lebar 9 meter.
Bertambah sekitar 3,5 meter dari sebelumnya hanya 5,5 meter. "Pelebaran ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas. Sekaligus memberikan ruang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” terangnya.
Selain pelebaran, jembatan baru lebih tinggi satu meter dari posisi sebelumnya. Untuk pembangunannya, pemkot mengalokasikan Rp 5,2 miliar. Nantinya panjang jembatan baru mencapai 20 meter dengan lebar total 9 meter. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho