MALANG KOTA – Keindahan wisata Kajoetangan Heritage dinodai perilaku orang yang tidak bertanggung jawab. Kursi di area trotoar yang dipasang untuk wisatawan, tiba-tiba hilang. Diduga dicuri orang, karena material berbahan besi bernilai jika dijual.
Kursi tersebut masih terpasang hingga akhir 2025 lalu. Namun awal Februari 2026 sudah tidak ada di lokasi. Diganti palet kayu. Raibnya kursi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mengantongi video terkait peristiwa pencurian kursi tersebut. Selanjutnya akan dilaporkan ke aparat kepolisian. ”Yang hilang ini termasuk aset pemerintah. Nanti kami akan laporkan ke kepolisian, supaya ada kesadaran masyarakat,” tegas Wahyu kemarin.
Menurut Wahyu, fasilitas kursi besi di sepanjang pedestrian Kajoetangan Heritage merupakan bagian dari penataan kawasan. Guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, pencurian fasilitas tersebut dinilai sebagai tindakan yang merugikan kepentingan publik.
Dia menekankan, proses hukum akan ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar memberikan efek jera oknum yang terlibat. "Kami pastikan akan memproses terkait pencurian kursi. Saya sudah minta Satpol PP Kota Malang berkoordinasi dengan kepolisian," tuturnya.
Wahyu menyebut, laporan yang diterima sejauh ini hanya terkait satu unit kursi besi yang hilang. Dia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. "Laporannya hanya satu saja yang hilang. Saya yakin tidak akan ada lagi," ungkapnya.
Meskipun hanya satu kursi, Wahyu melanjutkan, tindakan tersebut tidak dapat dimaklumi. Langkah hukum yang ditempuh menjadi bagian dari upaya pemkot dalam menjaga fasilitas publik di kawasan Kajoetangan Heritage.
"Saya ajak kembali masyarakat untuk sama-sama menjaga fasilitas publik, karena pembangunan fasilitas Kajoetangan berasal dari pajak daerah," tandasnya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho